keping 6

1156 Words
setelah malam itu hidupku semakin sibuk dan semakin rumit.terutama di dunia kerja.apalagi acara pernikahan ku sudah di umumkan di kafe.tambah panas deh hati para pembenciku ada teman yang selalu menggunjingkan aku.mereka merasa bahwa ini memang tujuanku.ada yang bilang aku bernasib baik dan yang lebih parah ada yang bilang aku menggoda mas Ibnu. astaghfirullah...... kabar itu juga sampai ke telinga teman temanku. dan jadilah aku sebagai bulan bulanan mereka " tuh kan apa gw bilang.tuh cowok pasti suka sama Lo "komentar Abdul saat kami sedang berkumpul " gw sih udah felling" tanggap Cici "gw juga sama.mana ada anak bos yang perhatian gitu.padahal Lo kan bukan bawahan dia langsung .ye kan? " tanya denisa meminta pendapat. " yo' i" sambung dua orang lagi. " eh tapi Lo cinta kan sama dia? " tanya Cici " Hem.... insyaallah " jawabku pelan " atau jangan jangan Lo emang udah suka sama tu cowok dari kemaren ?" tembak Abdul " eh sotoy Lo " ku lempar dia pakai kulit kacang " eh ...bener bener bener.gw juga penasan.kok Lo bisa sih cepat banget Nerima lamaran mas Ibnu ?" Cici ikut penasaran " em.... sebenernya kemaren gw nolak." " hah ...terus ?" tanya denisa " jujur gw takut.gw nggak berani jatuh cinta sama mas Ibnu dengan segala kesempurnaan yang melekat di dirinya.tapi bapak nggak menerima penolakan gw.dan memutuskan 2 bulan lagi pernikahan." " permasalahannya.lo cinta nggak sama dia ?" sekali lagi Abdul bertanya. " kalo Lo tanya tentang cinta.gw nggak tau.karena sebelumya gw belum pernah jatuh cinta.tapi gw pikir bukan perkara sulit untuk jatuh cinta sama mas ibnu.lagian prinsip gw sih,siapapun nanti yang bakal nikah sama gw.ya berarti itu jodoh gw.dan gw akan menerima,mencintai dan menghargai dia selama hidup gw selama hubungan kita baik baik aja.as simple that.itu aja sih " " wih...gw suka prinsip Lo." Abdul tepuk tangan. " ck.lebay deh lo.ngapain tepuk tangan segala " denisa memukul lengan Abdul. " ada yang salah ?" Abdul cengo sambil mengelus lengannya #### hari ini mas Ibnu menjemputku di kampus.kami akan makan siang dan fitting baju pengantin. "gaes gw duluan ya.mau ke butik dulu udah di tunggu di depan " aku pamit pada Cici dan denisa " cie cie calon manten sibuk banget ya sekarang " goda Cici " iya. kayak di kejar waktu banget tau. dah " aku lambaikan tangan " jangan lupa nanti masih ada kelas " teriak denisa masih bisa ku dengar.aku mengangkat jempol tanda mengerti sampai depan.mas Ibnu sudah berdiri di depan Fortuner hitamnya.keberadaannya cukup menyita perhatian dari sekitarnya.ku lihat ada beberapa mahasiswi yang memperhatikannya. " assalamualaikum mas " sapaku dia mendongak,mengalihkan perhatiannya dari gawai yang ada di tangan. " udah siap ?" tanyanya sembari membuka pintu mobil sebelah kemudi. " iya yuk berangkat.makasih " ucapku saat sudah duduk.kemudian di menutup kembali.mengitari mobil segera masuk ke kursi kemudi. " makan dulu atau ke butik dulu ?" " makan dulu deh " jawabku " oke.oya gimana ? udah kasih kabar ke teman temanmu ?" " hem.cuma mereka ber 4 aja sih.terus mas tau nggak aku langsung di kecengin abis abisan sama mereka.kan jadi malu " "loh ... kenapa malu ? harusnya kamu seneng dong bisa jadi istri seorang Ibnu Subroto.coba deh kamu tanya mereka para cewek,mau nggak gantiin kamu jadi istri ku pasti deh mereka berebut pengen jadi istri ku " ucapnya sombong " ya udah aku suruh aja mereka gantiin aku jadi istri kamu.kalo ada yang cocok aku serahkan deh posisi itu sama dia." " heh ! ya nggak gitu juga sayang.aku kan maunya sama kamu " bantah nya. " ya lagian suruh cari ganti segala !" sungutku " ya maksud aku biar kamu nggak malu nikah sama aku.aku patut di banggakan loh.udah ganteng ,penyayang setia,kaya lagi.kurang apalagi coba.semua kriteria suami idaman kan."tuh kan narsis lagi aku memutar bola mata " aku tuh bukan malu nikah sama kamu mas.aku malu di godain mereka " "ck dasar bocil.gitu aja malu " " udah tau bocil masih juga mau di nikahin " sewotku " ya abis gimana lagi aku cinta sih " lihatlah bagaimana jawab pria tampan itu menarik turunkan alisnya menggoda ku " alah gombal." " ih nggak percaya dia.kalo nggak cinta ngapain aku ajak nikah " dia memegang tanganku menautkan jari jari kami. " em mas ....tapi...mas benerankan cinta sama aku ? bukan karena pelampiasan kecewa karena di tinggal nikah. " ucapku pelan " kamu belum percaya ?" dia menoleh padaku.kebetulan ini lampu merah. aku mengangguk " oke.nanti setelah ijab kabul.aku akan buktikan kalo aku beneran cinta sama kamu." ada kecewa dalam nadanya. " maaf " ucapku pelan ku genggam tangan kami yang masih bertaut ini.sebagai tanda kalau aku percaya. " its oke " katanya pelan setelah makan kami langsung menuju butik yang sudah di pilih.disana sudah ada ibuk. " assalamualaikum " aku menyalim tangannya. " ibuk sudah dari tadi ?" " lumayan.kan mau lihat dulu baju kamu yang mau di coba." ibuk menuntunku masuk ke ruangan.jeng ini putriku yang mau coba gaunnya. " oh iya.sini cantik.ya ampun pinter banget si Ibnu milih calon.yang kemaren mah lewat ya jeng " aku tau yang siapa yang mereka maksud. " yuk coba dulu yang ini " si Tante mengangsur satu gaun cantik padaku. " mbak tolong di bantu ya." ucapnya pada sang asisten. " mari mbak kita ke ruang ganti " ajaknya padaku gaun yang ku coba ini sangat pas sekali di tubuhku.tapi memiliki belahan d**a yang terlalu rendah menurut ku.aku kurang nyaman sebenarnya.apalagi aku akan memperlihatkannya pada mas Ibnu. " mbak ini sepertinya terlalu rendah ya " ucapku. " baik.nanti akan di perbaiki ya mbak.ada yang lain lagi mbak ?" " em kayaknya nggak ada mbak.yang lain udah oke semua." ber jalan pelan keluar dari ruangan pas ganti.di sambut dengan tatapan tajam mas Ibnu yang juga sudah menggunakan stelan jas berwarna sama. " mah ini apan gaun kayak gini di pakek Fara !" protesnya pada sang ibu " ya ampun jeng...boneka hidupmu cantik banget...perfecto " " nggak ada ya.pokoknya aku nggak setuju Fara pakai gaun ini. " " hais kamu kenapa sih.bukanya terpesona malah cerewet gini " kesal ibuk " ya mama lihat aja itu ! belahan dadanya rendah banget.kesenengen deh nanti para tamunya lagian Fara pasti nggak nyaman pake itu" sungutnya diam diam aku tersenyum menanggapi ke posesifan mas Ibnu. aku suka kalau dia merhatiin sesuatu yang kiranya nggak nyaman sama aku " inimah gampang.nanti bisa di perbaiki.inikan emang di buat sesuai desaign nya.kalo yang lain udah oke kan ?" tanya Tante pemilik butik " iya Tan semua ok." kemudian bersiap untuk ganti lagi. " eh foto dulu dong." ajak ibuk aku berdiri kaku dekat mas Ibnu. duh kenapa nervous ya 1 2 3 ...cekrek " oke cukup " selesai fitting baju kami langsung berbamitan untuk kembali ke kampus karena masih ada kelas. " mah Tante kita balik dulu ya.fara masih ada kelas soalnya" pamit mas Ibnu "iya udah sana." jawab ibuk " Fara pulang ya buk.pamit Tante" aku menyalami mereka berdua. setelah itu kami pergi meninggalkan butik ini _________tbc
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD