Novel Mekey Bab 2

1359 Words
BAB 2 Sombong Seperti biasa setiap malam aku selalu mengikuti Wingky live. Ada-ada saja tingkah para tamu yang menggelitik sehingga aku bisa sedikit melupakan kesedihanku. Sejak berkumpul bersama mereka aku jadi lebih sering berdiam diri di ruangan kerjaku. Keluar dari sana hanya untuk membereskan rumah, memasak, dan makan bersama kedua putriku. Sampai di suatu malam, seorang pemuda yang merupakan member grup chat kami berkata, “Key, minta nomor WA dong!” Aku menjawab ogah-ogahan, “Gak ada!” “Masa iya hari gini masih ada yang gak pake WA?” protes pemuda bernama Sani tersebut. “Ada kok! Gue orangnya,” jawabku dengan nada sewot. Tiba-tiba Wingky nyeletuk, “Mekey tuh yang ribut sama si Botak di Grup kemarin itu loh!” “Oh, cewek yang gue belain malah ditinggal kabur?” sindirnya dengan nada sarkastik. Terus terang aku sedikit geli mendengar sindirannya itu. “Oh, Lo belain gue?” “Kagak! Gue belain Mak gue!” Aku tertawa renyah sampai dia berkata, “Njir, suara lu Cok!” “Kenapa?” “Gue tebak lu pasti cantik, Key!” “Ya iyalah! Orang gue cewek!” “Iyalah Key! Terserah lu aja dah, kesel gue ngomong sama lu!” “Dih, kenapa jadi kesel?” “Peka sedikit kek kalau dirayu tuh!” Aku kembali tertawa hingga membuat dia mengomel sendirian. Sejak malam itu Sani kerap menggangguku dengan panggilan suara dan video call yang tidak pernah kujawab. Sampai akhirnya dia menyindirku di grup. “Sombong banget sih, Si Mekey!” Aku membaca namun ku abaikan, aku tidak ingin terlibat secara pribadi dengan lelaki manapun selain Wingky di grup itu karena aku tidak ingin membuka diri terlalu jauh. Meskipun di TipTop Wingky terkenal dengan kegenitannya tapi ketika chat denganku secara pribadi— dia selalu bersikap sopan. Besok malamnya karena tak kunjung digubris panggilannya, akhirnya Sani memprotes di Live Wingky. “Sombong banget sih lu, Key! Minimal angkatlah telepon!” “Sorry panggilan lu ke blokir sama pengaturan ‘tolak panggilan tidak dikenal’ jadi gue gak tau kalau lu nelpon.” “Minimal save kek nomor gue!” “Hmm, iya!” “Apanya yang iya?” “Iya gue save! Tapi dengan syarat lo gak boleh nelpon ataupun video call.” “Gak mau gue! Pokoknya lo harus angkat telpon gue!” “Lah kenapa gue harus ngangkat telpon lu?!” “Karena suara lu bikin candu, Cok! Enak banget diajak tidur eh maksud gue diajak sleep call!” Seketika aku langsung matiin microphone pertanda kalau aku marah. Tak lama Wingky berkata, “Mekey tuh gak suka digituin mending lu cabut aja dah San!” Entah karena tersinggung atau bagaimana Sani akhirnya keluar dari sambungan dan tidak pernah lagi terlihat. Benar apa yang dikatakan Wingky— aku memang welcome sama siapa saja yang menjadi teman ngobrol di live itu namun untuk mengarah ke hal pribadi aku selalu menghindar. Aku juga tidak menyukai tema 18+ sebab itu kerap kali cewek-cewek bisa pake diputuskan sambungannya dari live tersebut. Karena aku merupakan moderator jadi aku bebas mengeluarkan siapa saja. “Maaf ya geng! Admin gue satu ini emang agak lain, dia bakal ngeluarin kalian kalau gak sopan.” Dan hal itu selalu aku terapkan sampai aku tak bisa berbuat apa-apa ketika yang jadi tamu itu teman Wingky. Seorang perempuan murahan yang hanya mengenakan bra ketika on camera. Parahnya dia mengajak teman-temannya yang lain. Aku langsung keluar dari Live itu dan tidak kembali sampai keesokan harinya. “Lu kenapa si Key? Kalau emang gak suka sama cewek-cewek itu bisa di tendang kok!” “Gue muak aja liat kayak gitu!” “Kenapa Lo cemburu?” “Gue cemburu? Yang bener aje lu!” Karena tidak enak disangka cemburu akhirnya aku datang lagi ke Live Wingky namun apa yang terjadi aku malah terseret dengan kisruh pertikaiannya dengan pacar onlinenya sesama pengguna TipTop. Karena merasa kesal harus berlaku seolah aku mengenal Wingky supaya menimbulkan citra baik untuknya akhirnya aku kabur dari room live tersebut. Aku bergulir mencari hiburan dengan menonton live streaming yang lain. Jariku berhenti ketika aku melihat akun Zone sedang Live. “Eh dia live!” Entah kenapa aku merasa sangat senang dan masuk ke Live tersebut. Seperti biasa dia Live streaming game Emerald Legend atau yang biasa kami singkat dengan Em-El. Aku menikmati livenya meskipun tidak mengerti. Tak lama dia berhenti dan aku kembali bergulir sampai akhirnya bertemu dengan akun Ringgo— salah satu member grup Wingky. Mekey _ Halo Bang! Udah bisa live Solo? Ketikku di kolom komentar. “Eh Kak Key! Iya nih Kak, tapi masih jalani misi supaya bisa live bareng.” Mekey _ Oke semangat ya?! “Oke Kak!” jawabnya bersemangat. Suara alunan musik berasal dari Live streamingnya membuat aku terbuai dan akhirnya tertidur. Keesokan malamnya aku pun kembali ke live Ringgo ternyata dia sudah bisa menggunakan fitur live bersama namun aku tidak pernah mau ketika diundangnya bergabung karena aku takut Wingky datang dan menyuruhku ke live-nya karena aku malas menghadapi konflik dia dan pacarnya. Sampai akhirnya aku kepergok menonton Live Ringgo dan Wingky menyuruhku ke Roomnya. Merasa tidak enak akhirnya aku mengikuti juga. Lagi dan lagi dia bertengkar dengan pacarnya, fitur undangan tamu pun dinonaktifkan. Aku sudah terlanjur bergabung hanya bisa diam menikmati omelan Wingky kepada pacarnya. Dibilang orang ketiga aku lebih mirip hakim yang harus memutuskan siapa yang bersalah dalam pertengkaran mereka. Akhirnya setelah puas melampiaskan kekesalannya aku pun punya celah untuk pergi dan kembali ke live Ringgo. “Kak Key, Welcome! Sini gabung,” ajaknya dan akupun bergabung di room itu. “Wingky gak Live kah?” Jujur mendengar pertanyaan itu aku merasa sedikit tersinggung karena seolah diusir secara halus tapi diajak bergabung. Aku jawab saja, “Udah tadi.” Sebelum Ringgo memisahkan diri dari grup— aku memang sering mengobrol dengannya di room Wingky karena dia yang paling enak diajak cerita. Meski pembawaannya serius tapi dia orang tidak gampang tersinggung kalau diajak bercanda. Entah konflik apa yang terjadi antara dia dan Wingky akhirnya Ringgo pun keluar dari grup. “Rain, ngomong napa diem aja?” ucapnya kepada salah satu temannya yang ikut dalam room tersebut. Yang ditegur hanya menyahut, “Hmm!” Setelah itu ia kembali mematikan microphone. “Maklum Kak Key dia memang selalu Parkun di sini?” Aku hanya tertawa ringan menanggapi selorohnya itu. Sudah jadi tradisi para tamu selalu ikut live tapi membisukan suara tujuannya bermacam-macam yang lebih sering terjadi karena suntuk dengan aktivitas dan sekedar mencari pelarian. Hanya foto profil Akun mereka yang terpampang pada kolom obrolan sebab itu sering disebut Parkun atau Parkir akun. Aku juga kerap melakukan hal tersebut ketika sedang sibuk dengan pekerjaanku tapi ingin ada suara lain yang menemani. Sesekali aku mengaktifkan mikrofon untuk menimpali obrolan mereka. Sungguh kami bak penyiar radio masal yang sedang menghibur para penonton yang datang ke Live tersebut. Waktu pun berjalan dengan obrolan berat tentang cinta, seorang perempuan bernama Santi menjadi teman ngobrol yang asik di Room tersebut. Tak lama mataku tertuju pada sebuah akun yang baru masuk ‘Your Zone sudah bergabung’ Aku terdiam mematung melihat akun tersebut. “Loh kok bisa? Ah mungkin numpang lewat aja,” batinku menunggu apakah dia akan pergi atau tetap disini. “Welcome Bang Zone!” sapa Ringgo. Aku terkejut ternyata Ringgo mengenalnya. Aku masih terpaku memikirkan sesuatu yang benar-benar kebetulan ini. Akun yang biasanya aku tonton Live streamingnya kini ada bersamaku dalam satu Room. “Ikut gabung ya, Bang,” ucapnya. Aku membelalak mendengar suaranya, “OMG! Suaranya ….” Begitulah reaksiku dalam hati. “Boleh …!” jawab Ringgo dengan ramah. “Dari mana Bang Zone?” “Biasa dari Live Lupus, mau off tapi mampir dulu sebentar ke sini.” “Wah, makasih loh!” ucap Ringgo gembira. Aku diam saja mendengarkan obrolan mereka. Tiba-tiba Ringgo berkata padaku, “Kak Key mau ngobrol atau lanjut musik?” Aku menjawab, “Terserah Bang, aku sih ikut aja.” Setelah itu, entah bagaimana awalnya kami jadi adu kata-kata di bawah kolom komentar padahal bisa saja kami langsung berbicara bukan?! Tapi karena Ringgo mengaktifkan musik jadilah kami mengobrol lewat ketikan. Sungguh sempit dunia persosialmediaan ini orang yang tadinya sering ku singgahi malah tanpa sengaja balas menyinggahi meskipun tak secara langsung datang untukku.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD