BAB : 10

1132 Words

Tak lama setelah suntikan itu memasuki tubuhnya, Farel merasa benar-benar mengantuk. Ya, ia juga tahu efeknya akan seperti ini. Setidaknya saat bangun, fisiknya akan kembali pulih. Sementara Andine, ia masih setia berada di dekat Farel. Bahkan matanya tak bisa tidur saat mengingat kondisi laki-laki yang dicintainya. Bagaimanapun ia mencari celah keburukan dari Farel, tetap saja itu tak akan ia temui. Apakah salah jika dirinya lebih berpihak pada Farel dari pada mamanya sendiri? Apa sikapnya merupakan langkah yang salah? Memang benar, mamanya merelakannya jatuh ke tangan Farel, tapi itu semua karena uang. Bukan karena kerelaan hati. Tangannya menyentuh wajah Farel yang tengah tertidur. Ya ... hawa panas masih terasa dari hembusan napas dan juga kulitnya. "Inilah kenapa aku menghindarim

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD