Flo buru-buru menuang habis bubur dari panci itu ke dalam mangkuk beling. Mengambil sendok asal, dia lalu bergegas menuju kamar Rendy. Flo membiarkan panci kotor itu di dalam cucian, nanti saja pikirnya. Untung saja tadi kompres gel yang ia pesan datang dengan cepat. Jadi dia nggak perlu menunggu lebih lama lagi. Tangan kananya memegang mangkuk berisi bubur, sedangkan tangan kirinya memegang termos kecil berisi air hangat. Tentu saja Flo juga kesusahan mengetuk pintu kamar Rendy, dia nggak menunggu cowok itu membalas untuk menyuruhnya masuk. Langsung saja masuk setelah mengetuk pintu sebanyak tiga kali. Dilihatnya cowok itu masih menyelimuti tubuhnya rapat-rapat. Mulai dari ujung kepala sampai ujung kaki benar- benar nggak ada yang terlihat. Flo meletakkan mangkuk dan termos itu di meja

