"Ren, jadi ke Jogja?" Malam itu setelah maghrib Rendy datang ke kafenya. Malam minggu, biasa ada life music di kafenya. Dan pembeli yang datang malah makin tambah banyak juga. "Jadilah, besok kalau nggak lusa." Kata Rendy lesu, entah setelah pulang dari Bandung kemarin badannya terasa nggak enak. Dia kira masuk angin atau bagaimana. Padahal sudah beli obat jamu untuk masuk angin, tapi pusing di kepalanya nggak reda. Malah waktu pertama masuk kafe tadi Ruby mengatakan wajahnya terlihat sedikit pucat. Tapi ya Rendy hanya menanggapinya dengan senyum. Di acara kemarin saat membantu temannya saja Rendy sudah nggak terlalu nyaman berdiri di ruangan yang banyak AC standing Floor nya. "Mau di temenin?" Tanya Willy. Rendy hanya menggeleng pelan. Tangannya terangkat memijat pangkal hidung pel

