Beberapa meter jauhnya, di puncak pohon, Touya menggosok telinganya. "Apa-apaan itu?" "Sepertinya ada seorang pendeta di barak,” ujar Nakuru. "Itu sudah jelas. Maksudku, apa yang dia bicarakan?” "Dia berkata, Ibu Suri telah tewas. Mereka hanya meresmikan seorang laki-laki yang masih berdiri sebagai Kaisar China yang sah sampai seterusnya.” "Jadi, dia si Kaisar itu?” "Ya." Touya tentu saja memiliki serangkaian keberuntungan. Dia mendongak ke langit. Apakah ibunya di atas sana, membalikkan keadaan untuk mendukungnya? Bisa jadi begitu, karena sekarang dia telah menemukan siapa sang Kaisar. Malamnya, Touya melihat Syaoran berjalan melalui kamp tentaranya dan masuk ke hutan di dekatnya. "Lihat,” ujar Touya, menggoyangkan Nakuru agar ia terbangun. "Akhirnya dia pergi sendirian.

