Karena dari rumah Mama, jadilah kami harus kembali ke kediaman Revan untuk bersiap sebelum ke kantor. Karena drama kemarin juga, aku harus bersiap dengan buru-buru. Rok pensil hitam selutut, serta dress tanpa lengan berwarna krem menjadi pilihan. Rambut aku ikat asal, sembari membawa semua peralatan make up ke dalam Tote bag kulit berwarna cokelat. Tidak ada waktu yang boleh terbuang lebih lama lagi. Aku bisa memanfaatkan macet perjalanan sembari mengenakan make up nantinya. Blazer hitam aku raih secara asal dari dalam lemari. Sembari itu, ikut menenteng high heels krem sembari berlari-lari kecil keluar kamar. "Kamu tidak mandi?" tanya Revan ketika kami sama-sama keluar kamar nyaris bersamaan. "Kamu juga nggak mandi, hayoloh!" Aku menunjuk-nunjuk pria itu, membalikkan keadaan. Reva

