Abel menelungkupkan wajahnya malas diatas meja kantin, bahkan jus orange dengan sepiring soimay dihadapannya kini, tidak cukup untuk menggugah seleranya untuk menyantap makan siang.
"Bel, gue bilang juga apa, Aldi itu beneran sayang sama lo, mending terima aja deh ah,"saran luna sembari menyuapkan sesendok soimay kedalam mulutnya.
Abel mengangkat kepalanya, kemudian menompangkan nya dengan kedua telapak tangannya.
Gadis itu hanya mengacau-ngacau jus orangenya tampa niat untuk meminumnya, masalahnya sangat berat baginya. Di skor adalah pengalaman pertamanya semasa sekolah, Apalagi masalahnya adalah suatu hal yang benar-benar ia hindari dari dulu.
Sekarang malah dengan mudahnya Aldi membuat nama Abel tercantum dalam buku hitam, khusus anak-anak padipura yang melanggar peraturan.
"Siapa tau dengan lo nerima dia, dia beneran berubah dan lo bisa ngarahin dia supaya enggak ngebuat masalah lagi,"lanjut Luna dan Abel berfikir sejenak.
Kayaknya, yang diucapin Luna barusan menarik hati Abel, tapi Aldi adalah orang yang sangat Abel hindari, sangat tidak mungkin Abel berpacaran dengan Aldi.
Iya kalau Aldi berubah kalau Abel salah satu target korbannya gimana?
Abel menarik nafasnya dalam kemudian menghenbuskanya kasar,"Hidup gue malang amat ya Lun."
Abel mengacau-ngacaukan semangkuk cabe yang berada dihadapanya itu,"au ah pusing gue cuma buat mikirin makhluk kayak Aldi,"lanjut Abel.
"Beruntung kayak gitu lo bilang malang, lagian ya, banyak murid padipura yang ngejerin sih Aldi, lah lo? Sok kagak mau sama Aldi,"bantah Luna sehingga membuat Abel menjitak kepala Luna dan gadis itu meringis kesakitan.
"Lo bisa ngomong kayak gitu, karena lo salah satu dari sederet fansnya dia,"ucap Abel memperjelas kepada Luna dan Luna hanya tersenyum kearah Abel.
"Au ah laper gue,"cetus Abel sembari melahap habis soimay yang sedari tadi menganggur dihadapannya.
Clara berjalan kearah Abel dengan kedua teman miliknya itu, yang ia sebut dengan geng kupu-kupu.
Gila, alay banget bukan? Untung sih Clara lumayan cantik.
Brakkk
Clara menepuk meja kantin yang sedang ditempati oleh Abel dan Luna, semua sorot mata murid padipura yang berada dikantin melihat kearah mereka.
Abel yang sedang memakan soimay sontak kaget dan langsung meminum jus orangenya.
"Untung kagak keselek soimay mamang mus,"Abel menghembuskan nafasnya lega.
"Lo enggak papa Bel?"tanya Luna dan Abel memgangguk yang berarti ia baik-baik saja.
"Apaan sih lo main gebrak-gebruk, lo kira ini tempat penggusuran?"sinis Luna kearah Clara dan juga dua sekawannya, siapa lagi kalau bukan Grace dan Viola.
"Diem lo ulat jambu,"cetus Viola dan Luna langsung tak terima atas perkataan Viola.
"Lah lo cabe-cabean kegatelan, kagak sadar diri amat!"balas Luna tak kalah sengit.
"Pade lo ulat jambu yang menjijikkan,"balas Viola lagi yang tak kalah sengit.
Luna langsung mengarahkan tangannya untuk menampar wajah sok cantik milik Viola, namun Abel langsung menahannya.
"Kok jadi lo bedua yang pada berantem?"sahut Clara yang bingung dan juga diikuti anggukan Grace.
Luna langsung menurunkan tangannya sembari berdecak,"issshh awas aja lo entar ya."
Luna emang berbeda dengan Abel, luna lebih mendominan sama cewek pede, narsis, heboh dan juga berani, berani lebih tepat kearah tomboy gitu, jadi Luna bukan tipikal-tipikal cewek lemah yang mudah nangis, apalagi karena cinta.
"Ngapain lo pada ngeganggu acara makan siang kami berdua?"tanya Luna dengan tatapan sinisnya.
"Tenang, gue enggak bakal ngapa-ngapain, kali ini gue cuma mau ngasih peringatan sama Abel kalau jadi cewek itu jangan kegatelan. Aldi itu mantan gue jadi lo enggak berhak buat ngerebut Aldi dari gue,"peringat Clara kepada Abel, Abel hanya mendenguskan nafasnya kasar sembari tersenyum kearah Clara.
"Dengerin ya Clara mantannya Aldi, gue enggak pernah kegatelan sama mantan lo itu, justru dia yang ngedeketin gue."
Viola memutar bola matanya malas,"lagian Aldi cuma mau mainin dia doang kali Clar,"sahut Viola lagi.
"Hahaha, bener tu Vio, siap-siap aja patah hati,"sambung Grace lagi.
"Eh, diem lo gerasi, mending lo pada pergi dari sini, sebelum ni tangan cantik gue bonyokin wajah cabe-cabean lo semua itu,"ancam Luna jengkel.
"Denger ya Luna, nama gue Grace bukan gerasi!"cetus Grace tak terima.
"Ck serah!"
"Capcus geng kupu-kupu,"ajak Clara yang membuat Grace dan Viola mengikuti langkah Clara untuk meninggalkan kantin.
Aldi tampak sibuk mendrible bola basketnya, kemudian memasukkannya kedalam ring, begitu juga seterusnya.
Setelah merasa benar-benar lelah laki-laki itu duduk dipinggir lapangan sembari mengusap keringat yang sudah bercucuran diwajahnya.
"Gue nyariin ternyata lo di sini,"sapa Shawn, Nathan dan juga Derrick, mereka langsung mengambil posisi duduk di.kanan kiri Aldi.
"Enggak usah dicari, jodoh kagak kemana-mana,"jawab Aldi sembari tersenyum kecil.
"Ck,baper!"decak Derrick.
"Gue ngerasa bersalah banget sumpah, ya allah kenapa kagak gue aja sih yang di skor. Mending diomelin sama mama daripada didiemim sama gebetan,"celoteh Aldi frustasi kemudian mengusap kasar wajahnya.
"Hehehe gue mah do'a nya Beni yang diskor,"sambung Nathan dengan rasa tak bersalah sedikitpun, padahal penyebab Abel tau tentang perkelahian antara Aldi dan Beni adalah Nathan.
Aldi langsung merangkul Nathan erat-erat sembari memboges kepala Nathan, Aldi benar-benar sudah geram akan tingkah sahabatnya satu itu.
"Kenapa gue yang kena boges njing! Apa salah Nathan ya allah?"gumam Nathan sembari menengadahkan tangannya yang sok dramastis itu.
"Jijik Nath,"timpal Shawn dan Derrick.
"Sudah shasha, gue tau lo suka,"Shawn meringis jijik karena tingkah Nathan, lama lama bakal ada gosip yang tidak mengenakan diantara mereka berdua karena Nathan.
"Lo sih Nath? Disuruh ngawasin Abel didepan pintu gerbang, jadi kalau dia udah nyampe depan gerbang lo bisa chat gue, dan gue bisa lari biar Abel enggak tau. Ya, lo malah teriak-teriak sambil lari kelapangan kalau Abel udah dateng, pake narik tangan Abel segala,"jelas Aldi kesal akan tingkah Nathan
Nathan hanya menyengir kuda kearah Aldi sembari membentuk pish dijarinya,"Sorry Di, lo sih enggak ngejelesin secara detail ya gue kagak tau."
Drtttt drtttt
Handphone disaku Aldi dan juga Derrick berbunyi, yang membuat keduanya sama-sama mengambil ponsel mereka masing-masing kemudian membukanya.
Mama galak.
Dalam waktu 25 menit, kalian udah sampe rumah!
Papa sudah pulang. Bersiaplah Aldi dan Derr.
Kak sofi juga pulang bersama papa.
Salam mama terkece
Aldi meneguk salivanya kasar, apa yang terjadi dengan hidupnya nanti, jika papanya tau kelakuan Aldi semasa padipura. Ditambah lagi Aldi sudah membuat onar dan memukul Beni.
Aldi memasang raut mukanya benar-benar cemas sedangkan Derr memasang raut muka bahagia, karena keluarganya akan berkumpul lengkap.
"Pulang DERR! Gue duluan!"teriak Aldino sembari menarik tangan Derrick dan berlari menjauh dari lapangan.
"Papa tau enggak ya soal gue?"tanya Aldi kepada Der yang terlihat santai disampingnya itu.
"Mungkin."