ADIBEL 8

967 Words
Aldi memanyunkan bibirnya, sembari mengiring Angel berjalan untuk memilah-milah belanjaan yang akan ia beli. Sudah 3 jam lebih tapi wanita paruh baya itu belum puas berbelanja, Aldi duduk disalah satu sofa toko dimana tempat ia dan Angel singgah kini. Angel memilih pakaian dan mencobanya kemudian menunjukkannya kepada Aldi. "Gimana bang?"tanya Angel kepada Aldi dan laki-laki itu menggeleng pelan. "Warnanya kagak hidup,"protes Aldi dan Angel mengangguk kemudian pergi ke ruang ganti kembali. Aldi melirik Arloji yang melingkar manis dipergelangan tangannya. "Nasib punya nyokap gaul ya gini,"gumam Aldi memasang mukanya lelah. Berbelanja dengan Angel sangatlah melelahkan, mereka harus berekeliling, setelah merasa kurang puas pergi ke toko lain, kalau toko sebelumnya merasa paling bagus kembali lagi ke toko sebelumnya. Ribet, belanja sama emak-emak itu ribet. Angel kembali berdiri dihadapan  Aldi, dengan menggunakan rok putih selutut dan sweater merah maron,"ma inget umur,"dengus Aldi yang membuat Angel menghentakan kakinya kesal. "Mama masih muda bang." Angel kembali keruang ganti kemudian menghampiri Aldi kembali. Aldi mendongakkan kepalanya kearah Angel, Angel memakai rok panjang ketat, baju kaus panjang dengan gambar boneka barbie dan d**a Angel tampak terlihat. "Aldi aja yang cari deh mah." Aldi berdiri untuk mencari baju yang cocok untuk mamanya itu, Aldi memilih-milih baju satu persatu. Tatapan Aldi jatuh dengan baju berwarna dongker,putih dan abu-abu. "Dicoba dulu ma,"Aldi berujar sembari memberikan beberapa baju pilihannya kepada Angel. Angel menatap pilihan Aldi sembari memanyunkan bibirnya,"ini kan gamis bang, terlalu terutup,"protes Angel dan Aldi menggelengkan kepalanya pelan. "Cewek itu cantik kalau tertutup ma, apalagi kalau hijab, inget umur ma, dosa juga. Bukan saat nya buat mama ngikutin zaman anak muda ma." Angel akhirnya menurut kehendak Aldi, Aldi menatap Angel dengan senyuman melekat dibibirnya. Aldi kembali duduk kemudian membuka ponselnya, tak ada satupun chat dari Abel, yang ada hanyalah group yang rusuh dan notif dari para penggemar Aldi, paling mau minta follback atau hanya sekedar modus-modusan. Aldi akhirnya membuka aplikasi games dan mulai memainkan Getrich. Angel keluar dengan baju pilihan Aldi, Aldi menatap Angel takjub. Mamanya benar-benar cantik masih terlihat sangat muda, padahal sudah mempunyai anak 3. "Perfect ma, cuma kurang hijab doang,"protes Aldi lagi dan mendapatkan senyuman sumringah dari bibir Angel. Angel langsung memilih-milih hijab yang akan ia kenakan dan Aldi hanya tersenyum tipis melihat tingkah Angel. "Cewek enggak bisa dipuji dikit ya,"decak Aldi. Setelah merasa puas berbelanja Angel dan Aldi mampir ke salah satu cafe di mall. Aldi dan Angel makan sianh bersama di cafe tersebut Aldi tampak dekat sekali dengan Angel, sesekali Aldi bercerita tentang semua aktifitasnya di sekolah. Sesekali Angel marah karena ulah Aldi, sesekali juga Angel tertawa ketika mendengar banyak kekonyolan yang Aldi lakukan dipadipura. "Ma,"lirih Aldi sembari memakan steaknya. Angel menaik turunkan dagunya kepada Aldi. "Kayaknya Aldi pengen punya hubungan yang serius deh ma,"Aldi berujar dan Angel mengerutkan dahinya. "Kamu kepengen nikah? Ya ampun Aldi, usia kamu masih terbilang muda. Entar kalau anak kamu enggak mau punya bokap petakilan kayak kamu gimana?"celoteh Angel dan Aldi memijit pelipisnya lelah. Aldi menghembuskan nafasnya kasar,"maksud Aldi, Aldi kagak mau jadi player lagi. Aldi pengen serius pacaran ma, buat penyemangat Aldi sekarang dan penyemangat disetiap pagi Aldi." Angel yang mendengarkan pernyataan dari Aldi tampak tersenyum jahil, laki-laki dihadapannya kini semakin lama semakin dewasa. "Siapa sih yang bisa ngebuat kamu berfikir kayak gitu?" "Abel ma, Aldi enggak tau kenapa setiap dekat sama dia Aldi nyaman, Aldi cuma pengen deket Abel terus. Aldi cuma pengen Abel,"jelas Aldi lagi dan wajah Angel tampak tak lepas dari senyumannya. Aldi sepertinya serius, raut wajahnya menampakkan kalau kali ini ia benar-benar serius. Angel sangat bahagia mendengarkan hal itu. Setidaknya gadis itu bisa membuat Aldi seceria dulu lagi, dewasa dan juga bisa nyembuhin luka patah hati Aldi karena masa lalu. "Angel?"sapa seorang wanita seumuran dengan Angel, Angel mendongakkan kepalanya kemudian memeluk wanita itu,"kamu kapan sampai ke indonesia Sen?"tanya Angel sembari melepaskan pelukannya. Aldi menatap Sena bingung, bagaimana mama Abel bisa dekat dengan mamanya. "Ini anak saya Aldi,"perkenal Angel kepada Sena. Sena menatap wajah Aldi yang familiar baginya. "Oh jadi kamu anak Angel ya, yang jemput Abel kemarin kan?"tanya Sena dan Aldi mengangguk sembari tersenyum kikuk,"anak kamu ganteng banget." "Sorry ma, Abel tadi ke toilet entar,"ujar Abel dan Aldi menatap gadis itu sembari menyengir. "Loh kok lo disini Di?" "Kitakan jodoh,"jawab Aldi asal. "Duduk dulu silahkan, mau mesen apa? Kita makan siang bareng yuk,"ajak Angel kepada Sena dan Abel. Aldi menarik lengan Abel untuk duduk disebelahnya. Sedangkan Sena, duduk disebelah Angel. Aldi memesan makanan dan minuman untuk Abel, Angel dan Sena saling bertatapan sembari tersenyum jahil. "Gue kenyang Di,"ujar Abel kepada Aldi yang sudah memotong-motong steak Abel menjadi bagian kecil. Aldi menggelengkan kepalanya atas ucapan Abel,"dimakan Bel, biar lo gemuk dikit." Abel mencibir kearah Aldi sedangkan laki-laki itu sama sekali tidak memperdulikan cibiran Abel. "Jadi ini yang diceritakan Abang tadi sama mama,"goda Angel dan raut muka Aldi langsung berubah malu. "Ma, fitnah dosa loh." Sena hanya terkekeh melihat tingkah mereka. "Dih siapa yang fitnah, katanya mau serius sama Abel,"rona wajah Abel langsung berubah tampak kemerahan. "Ma, maluin abang bener ah." "Ngel, kamu sekarang hijab yah? Kamu cantik banget, suer deh!" Angel hanya tersenyum malu kearah Sena,"ah kamu bisa aja, tadi Aldi bilangnya cewek itu cantik kalau tertutup apalagi hijab,"jelas Angel dan Abel merasakan dadanya langsung bereaksi mendengarkan hal itu. Abel merasakan jantungnya berdebar lebih kencang dari pada sebelumnya. "Abel, makan yang bener,"protes Aldi sembari membersihkan sisa makanan dipinggir bibir cherry milik Abel. "Aaa so sweet,"gumam Angel dan Sena bersamaan, sedangkan Abel tampak menyembunyikan wajah blushingnya dari Aldi. "Apaan sih Di,"cetus Abel kepada Aldi. "Bel, malam entar jalan yuk,"ajak Aldi dan gadis itu menaikkan sebelah Alisnya kearah Aldi. "Kemana?" "Ada deh." "Jadi, kami kagak diajak ya?"tanya Angel jahil Aldi menatap mamanya itu dengan dahinya yang berkerut,"kalau Aldi ajak bukan kencan dong namanya,"protes Aldi kepada Angel, Angel hanya memanyunkan bibirnya kearah Aldi. "Kapan-kapan kita bisa jalan kok tan,"ajak Abel kepada Angel yang sudah tersenyum sumringah.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD