Akhirnya Karin dan Azka sudah keluar dari kamar mandi dan Karin pun telah di beri minum. Mereka nimbrung dengan yang lain. Kini permainan dapat di lanjutkan.
“Apa dare gue?” Tanya Vino begitu melihat Karin telah duduk di samping Azka.
”Em, apa ya.” Karin nampak berpikir.
“Jangan susah susah, pleasee,” ujar Vino memohon. Jangan sampe kejadian memalukan itu terjadi lagi padanya. Dia sudah kapok di permalukan oleh Clara. Kalau bukan Clara mungkin Vino tidak segan akan membalasnya. Tapi ini Clara, jadi dia hanya bisa pasrah menahan malu.
Karin tersenyum manis. ”Gak kok, lo cuma perlu jadi babu Clara selama seminggu.” Bukannya kaget, Vino justru terlihat kesenangan.
Vino tersenyum simpul. “Not bad.” Farrel berdecak. Tidak adil sekalii.
“Itu mah maunya Vino.” Farrel mendorong bahu Vino. Seakan ingat sesuatu, Farrel melotot.
”Mau gue bales?” Farrel cengengesan sambil menggeleng pelan. Dia lupa Vino orangnya emosian, tidak bisa di pegang seujung kaki pun. Lebih baik tidak mencari masalah dengan Vino. Bisa gawat! Kalau Kevin macam-macam dia bisa ngadu ke Azka dan Daniel, namun jika Vino? Dia marah pun tidak ada yang bisa menghentikkannya.
Frenya mengangguk. ”Enak di Vino rugi di Clara.”
“Menang banyak sih Alien.” Kevin ikut menambahkan.
”Sirik bilang, Babi.” Vino melempar kulit kuaci pada Kevin.
”Kok gue doang sih Anjing, Frenya juga tuh.” Kevin menunjuk Frenya. Tidak terima Kevin! Vino hanya melempari kacang kuaci sampai mengenai mulutnya hanya pada Kevin, namun Frenya yang ikut mengatai Vino tidak di gubris olehnya.
Frenya menjulurkan lidah. “Kevin bukan cewe kan? Jadi buat apa harus ngalah, wlee. Vino, siniin botolnya. Yeayy, terakhir! Semoga berdiri botolnya.”
Vino memberikan botol itu dengan cara melemparkan botol itu ke arah Frenya, untung Frenya gerak cepat dan bisa menangkap dengan baik. Frenya berdecak.
Cewek itu melemparkan botol ke karpet, namun sayang ternyata dia tidak seberuntung tunangannya.
“Apa darenya? Jangan susah-susah lo!” Vino menampilkan smirk andalannya.
“Bujuk Niel foto selfie trus upload di feeds instagramnya dia.” Dare Vino membuat mereka semua kecuali Frenya, Daniel dan Azka, memasang wajah puas mereka. Kali ini mereka sangat kompak dengan saling pandang pandangan. Tidak sangka Vino dapat membuat Daniel secara tidak langsung mendapatkan dare dari mereka. Sungguh ide Vino harus di acungkan jempol.
Sementara Frenya bingung harus bagaimana cara membujuk Daniel. Karena biasanya Daniel tidak harus di bujuk, hanya dengan berbicara saja keinginan Frenya selalu di kabulkan. Dengan satu syarat, masih dalam batas wajar. Tapi ini? dare konyol ini? Entahlah Frenya ragu. Cuma tidak salah juga untuk mencoba, Frenya juga penasaran ingin melihat foto selfie Daniel, Sebab di i********: cowok itu tidak pernah ada foto dirinya sama sekali, bahkan untuk mengupload story pun pasti Frenya yang bajak. Tentu saja orang sekolah mengira teman-teman Daniel yang membajak i********: Daniel, padahal dalang di balik foto estetik candid Daniel adalah hasil karya Frenya.
Instagram Daniel pun Frenya yang membuatnya. Tidak bisa di bayangkan sedatar apa kehidupan Daniel tanpa Frenya.
”Nio,” panggil Frenya manja. Daniel mendengus.
”Nggak!” Tolak Daniel dengan tegas.
”Nioooo… pliss, pliss, pliss.” Frenya menangkup kedua tangannya di bawah dagu, cewek itu memasang wajah puppy eyes miliknya dengan harapan akan membuat Daniel luluh.
”Nggak, Nya.” Frenya mengerucutkan bibirnya. Dia mencari cara lain agar Daniel mau menjalakan tantangan ini.
“Yah, Nio mah! Anya janji deh kalo Nio mau selfie Anya gak akan tampil dance di acara pensi nanti, gimana gimanaaa,” tawar Frenya dengan wajah berharapnya.
Daniel bergeming hanya menatap lekat-lekat pada Frenya. Cewek itu sudah tahu jika Daniel sudah seperti itu, maka cowok itu tidak bisa di ganggu gugat. Frenya menghembuskan nafas. Frenya memalingkan wajah, melipat kedua tangan di bawah d**a.
“Nio jahat!” Manik mata Frenya berkaca-kaca. Mereka yang ada di sana hanya bergeming, tak enak hati.
Daniel menghela nafas pelan. “Vin, ambil hp gue di meja.” Perkataan Daniel sukses membuat bibir Frenya tanpa sadar menahan senyum. Rasanya Frenya ingin melayang ke mars kalo dia tidak ingat di bumi masih ada Daniel. Senang sekalii diaa.
Kevin mendengkus. “Sama pawangnya aja luluh, giliran kita pasti langsung di bogem sama Daniel.” Kevin meraih ponsel Daniel, lalu menyerahkannya.
Dion terkekeh, “Makanya punya pacar, Vin.”
“Heh, situ apa kabar? Lo juga belum pacaran ya, Dion!” Sirik Kevin tidak terima.
”Seenggaknya gue gak jomblo abadi kek lo.” Frenya, Karin dan Vino tertawa mendengar perkataan Dion. Memang benar, mantan Kevin hanya Kai, selebihnya hanya mainan saja bagi Kevin.
”Gue lagi males aja buat pacaran,” jawab Kevin seadanya.
“Males atau susah move on dari Kai? Hayo ngaku,” Goda Frenya. cewek itu mencolek-colek dagu Kevin. Kevin tak menggubris ucapan Frenya, tak juga membantah.
“Mantan kok satu, banyak dong.” Kevin melempar remote ac ke arah Vino, tapi Vino dapat dengan lihai menangkap remote itu.
”Udah.” Mereka mengalihkan perhatian pada Daniel.
“Seriusan lo?” Kevin segera mengambil ponsel miliknya, membuka i********:. Dan benar saja, foto Daniel sudah di banjiri like dan komen dari fansnya.
“Muka lo bisa biasa aja gak, El? Kayak ngajak ribut, Bangsat.” Vino mengeluarkan komentarnya begitu melihat foto postingan Daniel.
”Iri bilang bos.” Kevin mengikuti nada yang sedang tren di salah satu aplikasi. “Papale, papale..” Karin dan Dion tertawa terhibur. Sementara Karin, Farrel dan Azka fokus pada balasan komentar Daniel. Banyak pujian ternyata, beda dengan postingan Dion.
Frenya terperangah. “Notif Anya jebol!” Sebenarnya bukan notifnya, melainkan i********: Daniel yang Frenya pegang.
“Daniel ganteng banget sih,” puji Karin yang memang faktanya ketika dia melihat foto Daniel. Ya, aslinya lebih ganteng lagi, namun gayanya itu loh, Karin suka.
Karin tidak munafik, dia akan memuji seseorang yang memang pantas dan sesuai fakta. Meski cowok-cowok ini juga tak kalah tampan. Namun aura mereka berbeda-beda. Daniel dengan aura tegas, berwibawa, dan tak terbantahkan. Azka yang memiliki aura misterius, dingin, judes dan tidak tertebak. Vino dengan wajah sangar dan galaknya bisa membuat orang takut hanya dengan melihat dia dari jarak jauh. Dion yang memiliki aura tenang. Kevin dengan aura ceria dan konyol. Begitu juga Farrel dengan aura polos yang di dukung dengan baby face, miliknya.
Frenya dengan bangga menjawab. “Iya dong, pacar Anya.”