Gita send a picture
Gita-gita cemerlang
GILA!!GILAA!! CEK IG DION SEKARANG DEH!
Key lo harus liat! Buruan!
Dori ikan ajaib
gue udah liat, gaakkk nyangkaa bangett huaaaa!
Lala po
Key, are you akey? Jantung aman?
Gita-gita cemerlang
Yahh Kekey tidur yaaa. Dia gak bales pc guee.
Lala po
Gue telfon juga gak di angkat.
Dori ikan ajaib
Tadi sore gue telfonan sama Kekey, katanya dia cape banget habis beres-beresin barang yang gak ke pake.
Gita-gita cemerlang
KEKEYYY! BISA BISANYA LO TIDUR DI SAAT GRUP RAME BAHAS LO!
Pada Akhirnya, ponsel Keysia penuh dengan notifikasi dari teman-temannya dan juga orang yang tidak di kenal. Semua itu belum di baca oleh Keysia lantaran perempuan itu sudah lelap dengan tidur cantiknya, sehingga tidak mengetahui betapa hebohnya satu sekolah sedang membicarakan dirinya.
Siap-siap untuk hari yang akan datang.
***
Pagi ini, Sma Kristal sudah di hebohkan dengan kabar tentang kedua prince Sma Kristal kesayangan mereka. Siapa lagi kalau bukan Dion dan Daniel. Bahkan sampai di post di lambe turah milik akun gosip kumpulan dari murid sma Kristal. Mulai dari berita Daniel memposting foto selfienya dan langsung mendapatkan banyak pujian sampai berita Dion yang memposting foto Keysia yang tentu saja banyak mendapatkan hujatan dan iri dengki dari para penggemar Dion. Ada ada saja.
”FOTO DANIEL UDAH DI HAPUS YAA?! SAYANG BANGEETT BELOM GUE SAVE LAGI!”
”Udah gue screenshoot nih, mau gak.”
“Si ketos kesambet apa, OMG! Berasa close friend kalo gini, gak sabar bentar lagi jadi close girlfriend.”
“Bunuh dedeq di rawa-rawa akang Daniel.”
“TERIMA LOWONGAN JADI BABU GAK SIH, MAU DONG JADI BABUNYA DANIEL.”
”DI KASIH FOTO SAMA CALON TUNANGAN DI PATAHKAN SAMA CALON SUAMI.”
”HARI PATAH HATI DUNIA SEKARANG YA?!”
”Kak Dion kok bisa sama si adik kelas itu?”
“Aaa! Pangeran gue udah di gondol kucing tetangga.”
”Muka dia tampang jablay.”
”Tau ah, gue mau menggalau dulu hari ini.”
“Anjir gak nyangka Kak Dion udah punya pacar.”
“Emang itu pacarnya? Gebetan doang kali.”
“Cantikan gue kali dari pada dia.”
”Keysia yang mana sih orangnya?”
”See, bener kan.” Kevin berbalik badan mendekat teman temannya yang sedang duduk di pinggir lapangan. Cowok itu berkacak pinggang, tak habis pikir melihat dua orang yang kini tengah menjadi perbincangan satu sekolah malah asik duduk santai seolah tak terjadi apa-apa.
”Biarin aja nanti juga reda sendiri.” Vino mengambil botol minum dari tangan Kevin, meneguknya sampai kandas. Pemandangan indah itu tak luput dari perhatian para siswi sekitar mereka. Sebagian dari siswa itu memuji ke gantengan Vino yang memang sengaja menyisirkan rambut kebelakang dengan gaya sok cool nya. Memperlihatkan dahinya yang sudah di bahasi keringat. Dia malah tebar pesona. Farrel menggeleng tak habis pikir. Dasar fucekboy!
Sedangkan Dion dan Daniel, orang-orang yang menjadi tersangka utama hanya bergeming tanpa mau berkomentar banyak tentang hal itu. Menurut mereka murid murid di sini terlalu berlebihan. Itu hanya foto. Ada apa dengan foto? Apa yang salah?
Area lapangan sekolah bertambah ribut karena aksi para cowok itu.
“VINO ROTI SOBEKNYA KELIATAAAN!”
”YA TUHAN! GAK KUAT LIAT BADAN AZKA!”
”KEVIN TUTUPI AURORA LO, IH!”
“Ngapain gue tutupin badan gue yang bagus,” komentar Kevin, begitu mendengar salah satu siswa berteriak untuk seger menupi badannya. Enak saja ia kegerahan di sini. Mereka memang sengaja membuka baju seragam dengan alasan gerah. Padahal bell masuk belum berbunyi. Tapi mereka sudah berkeringat akibat permainan basket.
Sudah menjadi rutinitas mereka jika sedang mood, pasti mereka akan tanding basket. Toh juga kata Kevin olahraga pagi bagus untuk perawatan kulit dan kesehatan tubuh. Jadi tidak ada alasan untuk para guru menegur mereka.
Farrel menoleh pada Vino. “Vino! jangan lupa darenya!” Lalu beralih pada Kevin. “Kevin juga!”
”Siap bayi besaaarrr.” Omongan Kevin membuat mood Farrel seketika berubah.
“Apaan sih! Gak suka ya di katain begitu!” Dengan kesal Farrel menghampiri Kevin, “Rasakan inii..” lalu menginjak sepatu jordan milik cowok itu membuat Kevin mengaduh kesakitan. Farrel tertawa terbahak melihat wajah sengsara Kevin.
”Lu mau gue bogem?!” Kevin melotot dengan tangan yang siap untuk membogem Farrel.
“DANIEL, KABURRR!” Dengan cepat ia lari menghindar.
”Lala kemana sih?” Vino tak lagi meladeni cewek cewek di sana, melainkan celangak-celinguk ke arah gerbang sekolah, mencari sang gebetan yang belum nongol juga ujung hidungnya.
Farrel yang sedang ngumpet di belakang Daniel menyembulkan kepala sedikit. “Oh, Lala po?” Ledek Farrel.
Vino berhenti melihat gerbang sekolah. Tatapan cowok itu sudah pindah sepenuhnya ke Farrel.
”Lo udah pernah ngerasain di dorong ke jurang? Mau coba?”
”DANIEL! VINO JAHAAT.”
***
Gita sampai di kelas dengan tergesa-gesa. Matanya menjelajah ruang kelas, mencari keberadaan salah satu temannya yang sedang menjadi bahan perbincangan heboh satu sekolah. Tapi tak ketemu. Dia menghela nafas kecewa, belum datang rupanya. Efek terlalu antusias dia jadi melupakan kengaretan teman temannya jika datang sekolah.
Gita duduk di kursinya, tangannya bergerak mengeluarkan ponsel dari ransel. Membuka grup yang namanya lagi mereka ganti menjadi….
KEYSIA ARTIS TERNAMA KITA. Dan grup ini akan berubah tergantung kondisi dan peristiwa yang sedang terjadi.
Anda
KLN DMNAAA?
Dori ikan ajaib
udah di parkiran nih. Kenapa emang?
Lala po
di lampu merah deket sekolah gue.
Kekey si boneka annabelle
Kenapa nanya? Gue baru bangun nih hehe. Tumben banget pagi pagi udah perhatian.
EH BTW, GILA YA!!!! NOTIF GUE JEBOL! GUE MAU TERIAK RASANYAAA! AAA SENENG BANGEET!
Lala po
Dua puluh menit lagi bell bunyi, Key! Sana mandi.
Jari jari Gita bergerak dengan lihai, membalas pesan dari teman temannya. Lima menit dia berkutat. Perempuan itu mendongak begitu tau ada yang mendekat ke arahnya.
“AGATHAA!!” Teriak Gita histeris. Dia menghampiri Agatha di bangkunya, duduk di tempat biasa Keysia duduki. “Lo masuk grup angkatan gak?”
Agatha menggelengkan kepala. Gita mendesah kecewa. “Yah, Pasti sih Renald lupa masukin lo, yaudah nanti gue bilang Renald deh. Keysia mana masih tidur lagi, Clara udah sampe sini belum ya.” Gita berdiri, menegok ke arah luar jendela tapi tak ada orang di sana.
Agatha menggeleng kepala. “Tadi sih gak liat di parkiran.”