Cuaca begitu terik, ketika langkah kakinya berjalan diatas trotoar jalan. Rose hendak membeli sesuatu untuk dibawanya ke kost Mika.
Jam kerja Rose sebetulnya belum habis, tapi ia sengaja keluar kantor lebih awal dengan alasan bahwa dirinya sakit. Padahal tidak, Rose hanya malas untuk dekat-dekat dengan Miracle. Setelah Miracle menciumnya dengan beringas, Rose malah mendorong Miracle dan pergi meninggalkan pria itu.
Rose sudah tidak tahan dengan sikap Miracle yang seenaknya saja, apalagi mengingat kejadian dikantor. Pasti cctv di sana sudah merekam setiap momen yang dilakukan Miracle. Jika saja rekaman cctv itu sampai bocor, pasti akan banyak desas-desus omongan yang mencibirkan dirinya termasuk Windi.
Rose berhenti disebuah minimarket kecil, ia mulai mencari barang yang akan dibelinya. Setiap inci ditelitinya rak-rak dari ujung sampai ke ujung. Mengambil bungkus yang dirasa dibutuhkan untuk keperluan nya selama berada di kost Mika. Tidak lama, troli belanjaan Rose penuh, hingga ia mengambil satu troli lagi.
" Rose?"
Sapa seseorang membuat Rose mengalihkan matanya untuk melihat orang itu. Ternyata orang itu adalah Aldo yang juga sedang mengambil troli.
" Mas Aldo? Belanja juga?" tanya Rose sekedar basa-basi.
Aldo dengan menjinjing troli hanya tersenyum kecil hingga menampilkan lubang kecil di pipinya. Manis sekali.
" Iya ni mo ngisi kulkas di rumah. Kok bisa ya kita ketemu disini?" tanya Aldo penasaran.
Rose mengedikkan bahunya. " Gatau juga. Kebetulan aku baru pulang dari kantor Mas."
Dengan menjinjing troli, Rose kembali menyusuri area minimarket, diiringi dengan Aldo yang berjalan disampingnya.
" Kantor kamu jauh dari sini?"
" Engga terlalu jauh, sekitar 6 menitan berjalan . "
Rose berhenti di area s**u ibu hamil. Matanya membaca setiap tulisan yang tertera di kotak s**u. Hal itu tidak lepas dari pandangan Aldo yang kemudian membuat pria itu heran.
" Mau ngapain Ose?"
" Mau beli s**u Mas." ujar Rose dengan mata yang mulai membaca satu persatu kasiat dari s**u tersebut.
" Tapi ini s**u ibu hamil. Kamu hamil?"
" Ini buat temen aku, dia lagi hamil 1 bulan. Lagi masa-masa pusing dan mual, jadi aku berniat buat beliin dia susu." terang Rose membuat Aldo mengangguk paham.
Aldo menundukkan badannya, kemudian meraih kotak s**u bewarna hijau. " Sepertinya ini cocok." ucap Aldo spontan.
Rose menyerngit melihat Aldo. Sebuah hal yang tidak terduga bahwa pria tau s**u yang cocok buat ibu hamil. Menyadari raut wajah Rose, Aldo tertawa kecil.
" Pasti kamu heran kenapa saya bisa tau? Saya dulu pernah temani mama saya beli s**u ibu hamil." jelas Aldo.
Rose tersenyum malu. " Kirain Masnya tadi udah punya istri."
Aldo menaruh kotak s**u itu kedalam troli Rose. " Santai aja, aku masi jomblo. Jadi gada yang bisa nyaingi kamu" goda Aldo pada Rose.
Mendapat godaan dari Aldo, membuat pipi Rose merah padam. Ia kemudian berjalan kembali melihat-lihat hal yang akan dibeli.
" Tadi kamu bilangnya kantor kamu dekat dari sini? Emang nama perusahaannya apa?" tanya Aldo.
" Textile company Mas." jawab Rose.
" Oh kamu kerja di perusahaan itu. Emang sih, itu termasuk perusahaan besar dengan saham yang sangat banyak. Setau aku pemiliknya bernama Miracle kan ya?"
" Iya Miracle kemarin sempat ketemu kita pas Mas nganterin aku."
" Loh itu yang namanya Miracle? Aku sangka itu bos kamu dibagian divisi."
" Ya itu CEOnya."
" Tapi dia kelihatan cuek ya, terus kemarin natapnya tajam amat."
" ya gitu lah Pak Cle. Orangnya gbisa ditebak. "
Aldo mengangguk mengerti. " yaudah aku lanjut keliling-keliling dulu ya. Masi banyak yang harus dibeli." pamit Aldo.Rose mengangguk sebagai jawaban. Setelah itu, Aldo berlalu pergi.
Sepeninggalan Aldo, Rose dengan troli nya yang penuh, mulai berjalan ke arah kasir. Ada banyak orang mengantri sehingga membuatnya harus menunggu lama. Inilah yang membuat Rose malas berada di minimarket. Jika ditanya ia lebih suka belanja di minimarket atau di toko, maka Rose akan menjawab ia lebih suka belanja di toko.
_______
" Assalammualaikum Mika." ketok Rose ketika dirinya sudah berada didepan kost. Tidak lama muncullah Mika dengan dasternya menyambut Rose hangat.
" Waalaikumsalam. Udah pulang aja ni buk sekretaris. Eh ini apa?" kaget Mika ketika mendapati dua bungkus plastik besar berada didekat Rose.
" Gua tadi mampir di minmarket buat beli kebutuhan kita." ujar Rose. Tangan mulus Rose, menjinjing plastik besar itu kedalam. Mika hendak membantu jika saja Rose tidak melarang nya. " udah biarin aja gua yang bawa ka. Lo lagi hamil ga boleh bawa barang berat-berat."
" Kok lo beli sebanyak ini Ose? Habis berapa?" Tanya Mika menyusul Rose dari belakang.
" Udah g usah ditanya harganya. Yang penting kebutuhan kita udah terpenuhi. " ujar Rose lalu diletakkannya dua plastik itu di depan kulkas Mika.
Rose duduk didepan pintu kulkas untuk mengeluarkan semua isi didalamnya. Mika yang melihat itu semua hanya bisa menghembuskan nafasnya pasrah kemudian ikut bergabung bersama Rose.
" Seharusnya lo ga usah repot-repot. " celutuk Mika yang juga ikut mengeluarkan barang belanjaan.
" Kek sama siapa aja si lo ka. Biarin aja aelah, lagi pula gua juga numpang disini. "
" Ya tapi gua masih punya banyak duit buat beli ini semua Ose."
" dih sombong." sindir Rose.
" Bukan sombong, cuma gua gamau lo repot-repot sampe belanja sebanyak ini. Loh ini ada s**u juga, ini buat siapa?"
Rose mendecak malas. " ya buat lo lah ege. Kan disini lo yang hamil. Ya kali gua."
Mika terkekeh. " tapi gua ga suka s**u, bawaannya pen muntah."
Rose berhenti mengeluarkan barang belanjaan, ia lalu menatap Mika." Ini s**u katanya bisa buat ngehilangin mual."
" Tau dari mana?"
" Dari Aldo. Teman gua."
" Yaelah, Aldo cowo kan? Masa dia tau s**u buat ibu hamil. Atau dia udah punya istri?"
" Masi jomblo dia. Dia ganteng Ka, terus pakaian nya rapi gitu." puji Rose.
Mika yang mendengar ucapan dari Rose merasa penasaran dengan sosok yang diceritakan Rose.
" Lo kok ga pernah cerita kalo lo punya temen namanya Aldo?"
" Orang gua juga baru kenal pas kemarin gua ke mall." jelas Rose.
" Gila ya jadi orang cantik. Ketemu sekali aja udah bisa jadi teman. The power cantik adalah segalanya ya." kekeh Mika. Mika hanya mampu mendukung keinginan Rose, apapun itu jika demi kebaikan Rose.