Chapter 60

1221 Words
“Raka makasih yah kamu udah ngebantuin aku tadi, kalau nggak ngomong kalau kamu itu pacar aku, aku pasti akan ketahuan bohong kalau aku nggak punya pacar. Ah malu banget aku.” Kata Zara sebelum masuk ke restoran.  “Santai aja Zara, saya melakukan itu tadi karena teringat sama cerita kamu, yang katanya Bianca itu selingkuhan Putra, makanya saya langsung ngomong kalau saya itu pacar kamu. Soalnya Bianca juga kayak ngerendahin kamu.” Kata Raka.  “Hmm.. maaf yah kalau aku ngerepotin kamu. Aku juga sih yang salah, kenapa harus ngomong kalau udah punya pacar sih huuffttt.” Kata Zara lalu duduk di kursi taman restoran. “Udah terlanjur juga Zara.. nggak apa - apa kok, nggak usah di fikirin yah.” Kata Raka sambil duduk di samping Zara.  “Tapi kamu nggak risihkan sama aku?” Tanya Zara.  “Loh risih kenapa Zar? Yah meskipun gue juga nggak terbiasa deket - deket sama orang kayak gini, tapi gue bisa usahain kok. Toh saya sendiri yang ngambil keputusan, jadi harus di jalani dulu sampai balik ke Bandung.” Jelas Raka.  “Ohh iya yahh.. kita kan udah mau balik yah. Hmm cuma sehari aja dong kita pacarannya.” Kata Zara.  “Ah memangnya kamu mau lanjut?” Tanya Raka.  “Boo—“  “Hooii !! Kok nggak masuk - masuk sih, ayo masuk cepetan itu makanannya udah siap.”  Belum selesai Zara menjawab, Andika datang memanggil Zara dan Raka masuk ke dalam restoran. “Ahh.. Andika selalu saja merusak suasana.. kenapa sih nih orang.” Gumam Raka dalam hatinya.  “Ohh iya yuk Raka kita masuk dulu.” Kata Zara.  “Okeyy.” Kata Raka.  Andika, Zara dan Raka pun masuk kembali dalam restoran. Cindy, Putra dan Bianca sudah duduk manis menunggu mereka datang. “Ngapain sih di luar, jangan pacaran melulu deh.” Seru Bianca. “Hahah siapa yang pacaran melulu sih, kita itu lagi foto - foto biar makin banyak kenangan yahgvmita dapatkan di sini. Iya nggak Raka?” Kata Zara.  “Iyaa.. kalian kan enak tinggal di sini, bisa melihat keindahan ini tiap hari.” Kata Raka sambil mengambil sendok dan juga garpu yang ada di depannya.  “Ohh iyaa.. udah dulu yahh basa - basinya. Gue di sini mau minta maaf sama Raka, Andika dan juga Lo Zara. Maafkan sifat gue kemarin malam, gue nggak bermaksud untuk melakukan hal yang nggak baik sama kalian.” Kata Putra.  “Hahaha lucu banget sih Lo.. nggak bermaksud gimana kalau Lo sampai mau membuat Zara minum minuman yang jelas - jelas Zara nggak mau minum.” Seru Andika.  “Iyaa.. gue tau gue salah.. gue bercanda kok, gue nggak tau kalau Raka sampai marah seperti itu, gue nggak tau kalau itu berlebihan. Maafin gue yah.. zara maafin gue yahh.” Kata Putra.  “Hmm.. iyaa.. nggak apa - apa , lain kali jangan seperti itu lagi.” kata Zara.  “Ohh iya gue juga minta maaf karena udah ngelempar gelas ke arah Lo. Lo nggak apa - apa kan? Apa perlu perawatan rumah sakit? Kita ke rumah sakit dulu, biar gue yang tanggung semua biayanya.” Kata Putra.  “Nggak.. nggak apa - apa kok.. emang sedikit sakit sih, tapi sudah nggak apa - apa.” Ujar Zara.  “Kamu tuh yahh.. emang berlebihan banget kalau marah. Kenapa harus ngelempar gelas sih, kan kasihan Zara sampai kena lemparannya. Awas yah kamu kalau sampai seperti itu lagi. Maaf yahh Zara, maaf banget.” Kata Bianca sambil memeluk Zara dari samping.  “Nggak apa - apa, gue minta tolong aja biar nggak di ulang lagi kesalahannya. Kalau ada orang nanti yang bikin Lo kesel, jangan sampai sekasar itu lagi.” Kata Zara.  “Iyaa Zara.. maaf yah.” Kata Putra.  “Hmm.. semoga nggak ada masalah lagi yah di antara kalian.” Kata Bianca.  “Gue minta maaf yah Raka.. Andika.. maaf kalau perbuatan gue kemarin berlebihan, gue sadar gue salah.” Kata Putra.  “Bagus deh kalau Lo sadar. Jangan sampai ini semua terulang lagi.” Kata Andika.  “Hmm.. tolong perlakukan juga perempuan dengan baik. Jangan kasar sama perempuan.” Kata Raka tanpa melihat Putra sedikit pun.  “Iyaa.. iyaa.. yang penting gue minta maaf sama kalian dengan sangat tulus, dari dalam lubuk hati gue yang paling dalam.” Kata Putra.  “Iyaa kita sudah memaafkan Lo kok.” Kata Andika sambil menikmati makannya.  “Hmm bagus deh kalau semua masalah sudah kelar, jangan sampai terjadi yang seperti itu lagi. Gue juga minta maaf yah sama kalian semua. Semoga kita semua bisa temenan lebih lama lagi.” Kata Cindy.  “Hahaa Cindy makin lama kok Lo makin lebay sih.” Seru Bianca.  “Hahah kenapa sih Lo dari tadi ngebacotin gue mulu.” Kata Cindy sambil meminum ice lemon tea yang baru saja datang di bawakan oleh pelayan.  “Ohh iyaa Zara.. Lo di bandung tinggal sama orang tua Lo?” Tanya Bianca.  “Iyaa lahh. Sama siapa lagi.” Jawab Zara.  “Hahah kan siapa tau Lo tinggal sendiri kan.” Kata Bianca lagi.  “Nggak mungkin lah.. Zara kan dari dulu nggak pernah lepas dari orang tuanya, apalagi kalau ke sekolah pasti di anterin sama orang tuanya. Sampai aku aja jarang ngejemput dia.” Celetuk Putra dan membuat suasana tiba - tiba hening.  Bianca langsung menyandarkan badannya di kursinya sambil meminum air putihnya.  “Ehh maksud akuu.. ehmm sayangg itu kan dulu.. kamu jangan ngambek gitu dong. Kan sekarang aku udah milik kamu seorang.” kata Putra.  “Makanya jangan bawa - bawa masa lalu. Pacar gue juga jadi nggak suka dengernya. Gimana sih Lo !!!” Seru Zara.  “Iyaa - iyaa.. sorry yah Bro kalau Lo nggak suka.” Kata Putra.  “Nggak apa - apa. Gue sih, nggak akan ngambek kayak Bianca hahah. Karena gue percaya sama Zara.” Kata Raka.  “Uuhh so sweet banget sih yang pacaran. Sedih banget gue yang nggak punya pacar.” Seru Andika.  “Zara sama Raka actingnya bagus banget sih, pura - pura pacaran tapi udah kayak pacaran aja. Emang beda sih kalau emang benar - benar saling suka.” Batin Andika sambil memperhatikan Raka dan Zara.  “Hmm.. kayaknya gue juga benar - benar salah udah mau ikut sama kalian.” Kata Cindy sembari memakan potongan - potongan buah semangka.  “Kenapa kalian berdua nggak pacaran juga aja? Biar lengkap kan kita.” Seru Bianca.  “Siapa? Gue? Gue sama Cindy? Ihh nggak dehh.. lebih baik gue sendiri daripada gue harus pacaran sama Cindy.” Ujar Andika.  “Diiihh gue juga ogahh sama Lo !!! Masih banyak cowok yang lebih ganteng dan lebih tajir dari Lo !! Bokap gue juga nggaknakan setuju kalau gue sama cowok yang hanya pekerja kantoran.” Kata Cindy.  Cindy lagi - lagi merendahkan Andika.  “Wahhh kayaknya Lo belum tau siapa Andika deh Cin.” Seru Raka.  “Sssttt.. nggak usah di beri tahu.” Kata Andika.  “Emangnya Andika siapa?” tanya Cindy.  “Lo cari tau aja deh Perusahaan Gold Wipes, Lo akan tau nanti Andika siapa.” Kata Raka.  “Kenapa di kasih tau sih Raka.” Ujar Andika kesal.  Cindy lalu mengambil ponselnya dan mencari informasi mengenai perusahaan yang di sebutkan Raka.  Saat mulai membaca apa yang ada di internet, wajah Cindy tiba - tiba berubah, Cindy samgat terkenut dengan apa yang baru saja ia baca. ====
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD