bc

Dairy Naira

book_age18+
2
FOLLOW
1K
READ
goodgirl
like
intro-logo
Blurb

naira azizah ,gadis 19 tahun yang masih menunggu sahabat keci nya yang entah dimana.naira baru saja patah hati karna penghianatan sahabat dan kekasih nya , harus di hadapkan dengan perjodohan dari orang tua nya.

chap-preview
Free preview
bab 1
Dear buble ..... pagi ini ku jalani hari ku seperti biasa Bangun pagi untuk hari yang pasti seperti apa nanti nya. Tapi yang pasti masih ku cari dia yang entah masih ingat akan aku atau tidak . Ya , dia abian arafat teman kecil ku Hahh rasanya aneh saja aku menunggu nya .. Menunggu sesuatu yang mungkin bukan takdir ku Tok tok tok "Sayang sarapan yuk " suara wanita paruh baya yang tak lain adalah mama ku itu membuat ku menghentikan kegiatan rutin ku menulis dairy ku. "Iya mah bentar lagi nai turun " "Jangan lama lama ya sayang " lanjut mama ku sebelum setelah nya tak terdengar lagi suaranya. Ku kemasi segala perlengkapan yang akan ku bawa ke sekolah dan berjalan meninggalkan tempat ternyaman ku di rumah ini. "Pagi mah ,pah " sapa ku sembari mencium pipi orang tua ku "Pagi sayang " jawab papa ku sembari menyuapkan sepotong sandwich ke dalam mulut nya "Sayang kamu berangkat sendiri atau sama papa sekarang ?" Lanjut mama ku "Aku sendiri deh mah , sekalian nanti pulang sekolah aku mau mampir ke mall dulu ada yang pengen di beli " "Ohhhh yaudah ,tapi pulang nya jangan malem malem ya " "Siap mah " "Yaudah habisin sarapan nya ntar kamu kesiangan " Hanya ku anggukan kepala ku untuk mengiyakan mama ku. Seusai sarapan ku lanjukan mobil merah pemberian kakek ku saat ulang tahun ku yang ke 19 tahun ini dengan sesantai mungkin karna memang hari masih terlalu pagi , Ya ,1 minggu yang lalu usia ku memasuki 19 tahun ,kakek membelikan ku mobil yang aku inginkan di usiaku yang baru ini, Kakek ku memang orang yang berada ,usahanya lumayan maju di bidang perkebunan ,kakek memiliki sangat luas kebun teh yang aku tak tau pasti berapa luas nya ,beliau juga memiliki usaha butik yang sukses besar ,maka dari itu tak heran jika dia mengiyakan keinginan ku ,karna aku memang cucu semata wayang nya . Tak terasa 30 menit perjalanan telah kulalui ,ku parkirkan mobil ku di area parkir kusus mobil. Ku buka seatbelt mobil ku dan melangkah perlahan ke arah kelas ku. Ku hentikan kaki ku ketika melewati lapangan basket yang memang berada di depan kelas ku, Kaki ku membeku ,mata ku tak percaya dengan apa yang ada di pandangan ku , Vino ,lelaki yang aku percaya menjaga hati ku tengah duduk mesra dengan tia sahabat ku di sebuah bangku yang nyaris tak terlihat karna sebuat tiang besar, Ku dekati bangku mereka perlahan dengan mulut yang masih bungkam tak percaya dengan mata ku , "Vin kalok naira tau gimna ?" Ucap tia sembari menyandarkan kepalanga ke pundak vino ,yang ku yakin mereka tak tahu dengan keberadaan ku "Ya jangan sampek tau dong tiara sayang " balas vino dengan mesra nya "Tapi aku mau kita putus vin " "Iya aku tau kok ,aku gak bakal mutusin kamu ,taoi jangan sampek naira tau " "Tapi aku juga pengan jadi satu satu nya vin ,bukan salah satu nya " "Iya aku tau tapi aku juga gak mungkin ninggalin naira " "Kenapa gak mungkin" ucap ku membuat mereka terkejut dan berdiri seketika "Nai kamu udah dari tadi sayang ?" Ucap vino mendekati ku. "Iya dari tadi " lanjut ku "Da da dari kapan ?" Tanya vino terbata "Dari kalian mengutarakan segalanya ,dan udah cukup buat aku tau siapa pacar ku dan siapa sahabat ku " "Nai aku bisa jelasin " ucap tiara pada ku sambil menunduk malu ,karna kebetulan saat itu memang sedang ramai siswa dan siswi disana . "Jelasin apa ti ?? ,mata dan telinga ku sudah cukup jelas dengan semua nya " "Tapi nai semua gak gitu " "Sudah cukup ti ,kamu sahabat ku ti ,aku gak nyangka kamu yang aku percaya bisa seperti ini ,tapi ini semua sudah membuat ku cukup tau siapa kamu ,dan persahabatan kita cukup lah saja ti ,dan kamu vin ,terimakasi sudah menemani ku selama ini dan terimakasih untuk luka ini kita cukup saja sampai disini " ucap ku panjang lebar sebelum aku pergi meninggalkan mereka yang masih mematung disana . Ku masuki ruang kelas yang ramai dengan siswa dan siswi yang menatap prihatin terhadap ku. Ku dudukan diri ku di bangku yang biasa ku tempati bersama tiara . "Nai " sapa fira pada ku "Fir mereka " ucap ku tergantung saat fira menganggukan kepalanya . "Sabar nai ,aku kan udah sering bilang kalau vino itu gak baik ,tapi kamu gak percaya " "Maafin aku fir ,maaf selalu ragu akan ucapan mu " "Udah gapapa ,mending sekarang kamu duduk sama aku ya , selagi fani gak masuk" Aku hanya menganggukan kepala ku dan perlahan pergi dari tempat ku duduk. Kringggggg Bel masuk berbunyi nyaring membuat semua siswa dan siswi yang masih berada di luar kelas segera masuk ke dalam kelas masing masing . Tiara masuk ke dalam kelas dengan sedikit menundukan kepala nya , Di tatap nya wajah ku sendu saat melewati kursi yang ku duduki dengan fira . Begitu pula dengan siswa siswi lain nya yang menatap tak suka ke arah tiara , Sebenarnya aku kasihan dengan tiara yang mulai di jauhi siswa siswi lain nya , tapi rasa nya aku sungguh kecewa dengan nya . "Selamat pagi semua " sapa guru ku membuyarkan lamunanku tentang tiara "Pagi buuu " jawab kami semua bersamaan Semua diam dalam hening saat pelajar pertama kami di mulai . Hari ini terasa lebih sunyi bagi ku ,aku samoai tidak fokus dengan pelajaran ku , aku masih tenggelam dalam angan tentang kejadian tadi pagi. Kringggg kringgg Tak terasa bel kembali berbunyi ,menandakan jam istirahat telah tiba "Nai ke kantin yuk " ajak fira pada ku "Boleh fir kayak nya aku laper deh " lanjut ku mengiyakan ajakan fira "Yaudah yuk nai" "yuk fir " Kami berjalan santai ke arah kantin sambil sesekali bergurau receh ala kami . Kami memilih duduk di kusi pojok dekat kedai bakso bu sumi yang kebetulan memang bakso makanan kesukaaan ku , "Nai mau makan apa ?" "Ya bakso lah fir " "Yaudah aku yang pesen ya " "Emm boleh aku kayak biasa ya ,pakek bakso telur " "Ok bentar ya " "Ok " Sembari menunggu fira ku keluarkan handpone dari saku rok pendek abu abu ku , Ku buka aplikasi hijau berlogo ponsel disana , Tak ku sangka sudah banyak sekali pesan masuk dari vino dan tiara yang berusaha menjelaskan pada ku trntang mereka berdua . Tapi aku rasa aku sudah cukup lelah dengan hal konyol seperti ini , Kuabaikan pesan mereka setelah ku baca Ku alihkan jari ku menekan tulisan status di sana ,ku buka yang entah apa maksud dari mereka semua dan sebenarnya juga tidak ada yang aku sukai hanya saja aku berusaha menghilangkan sesak yang masih terasa dengan cara apa pun itu. "Nih nai makan dulu " ucap fira memberikan semangkok bakso di tangan nya pada ku, mrmbuat ku meletakan handpone yang sedari tadi aku mainkan. Ku tuangkan saos dan kecap manis di dalam nya , saat hendak menyuapkan sesendok bakso ke dalam mulut ku tanpa sengaja aku melihat vino dan tiara yang sedang berdua meski sepertinya sedang bertengar jika dilihat dari wajah tiara , Tiba tiba aku ingin sekali memasukan sambal ke dalam bakso saat mengingat percakapan mereka tadi pagi. Kutuangkan banyak sekali sambal ke dalam manhkok ku , fira yang melihat ku tercengang dengan sendok yang hampir masuk ke mulut nya . "Nai kamu serius ?" Tanya nya tak percaya "Apanya fir ?" Sahut ku balik bertanya "Sambel nya nai " "Emang kenapa fir ?" "Nai kamu kan gak bisa sekaligus gak suka sambel " "Mulai sekarang aku udah suka sambel fir " "Nai srius lo ini " "Aku juga srius fir " "Nai jangan hanya karna laki laki kamu jadi menyiksa diri " "Ngak kok fir aku lagi pengen aja makan yang pedes " "Yaudah deh terserah kamu aja " Aku melanjutkan makan ku dengan diem sambil sesekali melikir ke arah vino dan tiara Entah kenapa makanan yang kumakan terasa tak pedas sedikit pun . Kringggggg Bel kembali berbunyi aku dan fira duduk di kursi kami kembali ,aku sengaja bercanda tawa dengan fira ditengah riuh nya kelas yang ramai karna bertepatan dengan jam kosong ,karna sedang ada rapat guru . Aku berusaha selalu tertawa bahagia disana agar tiara tak mengira aku masih bersedih karna nya. Tak begitu lama kelas ramai dengan canda tawa teman teman ku , seorang guru pu masuk memberitahukan bahwa sekolah di pulangkan lebih awal karna adanya rapat guru . Kami semua bersorak gembira mendengar nya. Aku bersiap membereskan barang bawaan ku . Aku berdiri setelah selesai dengan barang ku , aku melihat tiara berjalan ke arah ku . Saat tiara hendak bicara aku langsung mengajak fira pulang bersama ku. "Nai ak " ucap tiara terpotong karna ku "Fir pulang bareng aku mau gak ? Sekalian temenin aku ke mall ,ada yang perlu aku beli " ucap ku mengabaikan tiara . "Boleh yuk langsung aja ,kebetulan aku gak bawa motor " "Yaudah yuk " "Yuk " Kita berdua bergegas meninggalkan tiara yang masih berdiri di tempat nya. Ku langkahkan kaki ku perlahan menaiki satu per satu anak tangga menuju kamar ku Ku buka pintu kayu kamar ku dan melemparkan tas ku ke atas kasur ,ku letakan handphone ku di atas nakan dan berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan diri Setelah mandi aku mengganti pakaian ku dengan baju tidur santai ku Setelah sampai di tempat parkir aku dan fira segera masuk ke mobil ku . Setelah kita selesai memasang seatbelt aku langsung bergegas meninggalkan sekolah ku menuju mall yang biasa aku datangi. Sempai nya disana aku hanya membeli keperluanku saja dan segera mengntar fira pulang dan langsung bergegas pulang ke rumah ku. ku ucap kan salam saat masuk kedalam rumah ku ,tapi entah kamana mama sekarang tidak biasa saja dia tidak menjawab salam jika memang sedang di rumah . Aku tidak berfikir panjang dan masuk kedalam . Aku berjalan perlahan menaiki tangga menuju kamar ku , ku lemparkan tas ku ke atas kasur dan meletakan handphone ku di atas nakas ,setelah nya masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh ku . Setelah cukup lama berendam di bethub mandi , ku raih handuk yang sejak tadi tergantung di dekat ku , ku kenakan pakaian tidur ku . Setelah nya kukenakan cream wajah rutin ku. Ku buka buku bersampul biru muda dengan banyak tulisan tangan ku di dalam nya. Ku raih pena merah ku dari tempat nya. Dear buble... Hari ini aku merasakan nya lagi. Rasa kehilangan atas seseorang yang aku sayang. Aku mengingat nya lagi. Aku kecewa lagi buble. Aku sakit lagi. Tapi ....... Entah kenapa sakit nya berbeda. Rasanya sangat ,sangat beda. Hari ini aku kehilangan,di sakiti,dibohongi ,di hianati. Tapi aku entah mengapa aku tak merasakan rasa kehilangan seperti dulu saat aku kehilangan dia. Aku lelah buble.... Aku lelah...... Aku merebahkan tubuh ku di atas kasur setelah ku luapkan segalabgunda di hati ku dan ku raih kembali handphone yang tergeletak di nakas kamar ku. Ku buka aplikasi hijau ku ,ku lihat banyak sekali pesan masuk dari tiara dan vino Ahh aku bosan dengan mereka ,aku lelah ,ku lentakan kembali handphone ku ke sembarang arah . Aku larut dalam pikiran ku yang entah apa sebenarnya. Aku bingung ,aku sedih tapi tak terlalu sedih ,aku merasa aku hanya kecewa bukan rasa sakit hati karna vino tapi karna sahabat ku tiara . Entah lah aku bingung dengan pikiran ku. ***** Tok tok "Sayang " sapa yuli mama naira membangun kan nya "Kenapa mah nai masih ngantuk" jawab naira masih memejamkan mata nya. "Sayang ayo makan malam dulu baru lanjut tidur " Naira langsung membuka mata dengan kaget "Emang ini jam berpa mah ?" "Sudahh jam 8 sayang " "Hahhhhhh kok mama gak bangunin ,aku kan belom shalat magrib mah " "Tadi mama udah kamu sayang ,mama pikit tadi kamu udah bangun " "Aduhhh yaudah mah aku mau shalat isyak aja dulu " Lanjut naira berlari ke kamar mandi ,untuk segera mengambil wudu. Naira segera mengambil mukenah dan segera melaksanakan kewajiban nya. Ternyata naira tertidur sangat lama sampai naira lupa dengan semua kewajiban nya. Setelah shalat naira bergegas turun ke lantai bawah ,menemui yuli yang masih sibuk dengan masakan nya di dapur. "Hai mah ,hai pah " sapa nya sembari mencium pipi orang tua nya "Hai sayang " jawab papa nya singkat "Udah puas tidur nya ?" Lanjut yoga papa naira "Hehehe iya pah ,nai capek banget abis jalan jalan ,sampek ketiduran tadi " "Yaudah lain kali kalau jalan jalan jangan lama lama biar gak kecapean " "Iya pah " jawab nya singkat. Naira kebingungan dengan banyak nya makanan di atas meja makan. Karna tak biasanya yuli masak makanan sebanyak ini dan juga ini bukan makanan yang biasa biasanya yuli masak . "Mama kok banyak banget masak nya ,kayak mau ada hajatan aja ?" Tanya naira bingung . "Iya sayang malam ini bakalan ada tamu ,temen nya papa dan mama waktu di bogor dulu " "Ohhh gitu ,pantesan mama masak banyak banget". "Iya dong kan tamu spesial sayang dan mereka juga kebetulan baru pindah juga dari bogor ke sini" lanjut papa menjelaskan "Emm gitu ya pah " Tok tok tok "Assalamualaikum " suara salam yang entar dari siapa itu menghentikan perbincangan naira dan yoga "Kayak nya iti deh pah ,biar mama yang buka ya pah " ucap yuli "Yaudah mah sana gih " "Waalaikum salam ,ehh mbak mirna ,mari mbak masuk ,mari " "Ehh iya mbak yuli terimakasih " Aku dan papa menyusul mama ke ruang tamu rumah kami menemui tamu yang baru saja datang , "Ahhh ini tamu spesial kita sudah datang " sapa papa menyalami om heru dengan akrab nya. "Ahh iya mas yoga ,maaf tadi agak macet jadi kita telat" "Ah gapapa kok gak buru buru pula kan ya ". Semua orang di ruang ini tertawa bahagia dengan pembicaraan mereka masing masing. Naira juga sesekali melihat ke arah anak mereka ali ,entah kenapa naira merasa pernah mengenal ali sebelum nya ,tapi sepertinya tidak mungkin hanya perasaan nya saja . Perbincangan keluarga mereka masih berlanjur hingga sampai di meja makan pun masih banyak membicarakan banyak hal yang entah apa itu. Naira hanya fokus makan tanpa menghiraukan pembicaraan mereka . Sesekali naira juga melihat ke arah ali , begitu pula dengan ali . Ali memang sangat tampan ,kulit putih ,mata biru dan rambut nya yang tertata rapi terasa sangat nyaman untuk di pandang. Kalau di bandingkan dengan vino yang memang palang tampan di sekolah nya saja masih lebih baik ali kemana kemana . Ahhh kenapa malah jadi mikirin vino lagi sih ahhh udah lah. "Sayang kamu setujukan " tanya papa tiba tiba membuyarkan lamunan naira "Hah iya pah kenapa ?" Tanya naira bingung "Waduhhh naira kayak nya terpesona sekali sama ali sampai sampai tidak fokus dengan obrolan kita ya " goda om heru pada naira Naira hanya tersenyum malu ,dan mungkin wajah nya sudah seperti udang rebus di buat nya. "Hemm maaf ya semua kayak nya naira kecapeaan jadi gak fokus ,maaf ya om tante "jawab naira malu pada mereka yang sekarang terfokus ke arah naira "Sudah ah jangan di goda gitu ,tuh kan naira nya jadi malu " ucap tante mirna memulihkan suasana. "Ahh yasudah papa tanya sekali lagi ya sayang ,jadi gini ,om haru sama tante mirna ini berencana melamar kamu buat ali ,kamu gimana setuju atau enggak ?" Lanjut yoga membuat naira membeo mendengar nya. "Hahhh ta ta tapi kan nai masih sekolah pah ?" Jawab naira tak percaya dengan telinga nya "Sayang kan hanya tunangan ,nai masih akan tetap sekolah kok " lanjut om heru "Emmm nai boleh berfikir kan om ?" Lanjut naira bingung harus jawab apa "Boleh dong sayang " lanjut om heru membuat naira tenang. "Yaudah nai minta waktu 1 minggu ya om tante " "Ok boleh kok sayang ,minggu depan kita akan kesini lagi buat tau jawaban kamu " lanjut tante mirna . Naira terdiam kembali dengan pikiran nya Semakin bingung pula dia memikirkan semua nya. Baru saja tadi siang dia di bohongi vino dan tiara dan sekarang aku harus di lamar orang yang tidak ia kenal dan pastinya tidak dia suka "Arrrhhhggg kenapa harus seperti ini hidup ku ini, Harus di buat bingung dengan semua ini." Batin naira Semua yang ada dsini masih tetap makan dan sesekali bercanda tawa ala mereka Lain hal nya dengan naira dan ali yang sesekali saling padang dan hanya menjadi pendengar saja. Tak terasa kebersamaan keluarga ini telah lama ,dan keluarga ali berpamitan pulang. Naira merasa lega saat mereka telah pulang, naira memang merasa agak risih dengan pertemuan keluarga ini. Setelah keluarga ali pulang ,naira bergegas masuk kedalam kamar nya. Naira menjatuhkan tubuh nya di atas kasuh dengan wajah yang tenggelam ke dalam bantal. Pikiran nya berkecamuk , bingung di dalam hati nya meruntuki kebodohan nya. Naira masuk ke kamar mandi dan duduk di bawah shower air yang mengalir dengan deras. "Arghhhh kenapa aku bodoh banget sih " ucap nya dengan tangis "Harus nya aku tadi langsung nolak ,kenapa harus aku minya waktu ,1 minggu pula aku bisa apa " Naira menangis sejadi jadinya disana . Dia takut pilihan nya nanti mengecewakan orang tuanya atau malah mengecewakan dirinya. Naira keluar dengan dengan handuk dari kamar mandinya. Tok tok tok "Sayang boleh mama masuk " ucap yuli pada naira di balik pintu kayu kamar naira. "Bentar mah nai masih ganti baju" "Emm yaudah nai mama tunggu di bawah aja ya sayang ,mama mau bicara" "Iya mah bentar lagi nai turun" "Ok mama tunggu ya sayang, jangan lama lama" "Iya mah" Naira segera bergegas mengenakan baju tidur nya. Setelah nya naira turun kembali bawah menemui orang tuanya. "Sini sayang duduk" seru yoga saat naira sampai di dekatnya. "Kenapa pah ?" Tanya nya singkat. "Sayang maaf ya ,papa bukan ingin memaksa kamu sayang ,tapi papa cuma minta cobalah kamu lihat ali ,dia anak yang baik sayang ,dia juga ta'at akan agama, dan papa rasa kamu dulu dekat dengan ali " "Tapi pah nai bingung " "Sayang menolak itu hak kamu ,tapi papa minta cobalah beri keputusan yang tidak akan merusak hubungan keluarga kita " "Iya sayang kamu harus mengerti itu juga sayang,lagian dari pada pacar kamu itu ali lebih baik lo sayang" lanjut yuli membawa kopi untuk suami nya. "Entah lah mah ,nai perlu berfikir ,nai capek mah" "Yaudah jangan di paksakan kan kamu masih punya 1 minggu sayang" "Tapi 1 minggu itu sebentar lo pah" "Yaudah sekarang kamu shalat ya ,habis itu tidur ,tenangin diri kamu" "Iya pah " Naira bergegas naik kembali untuk melaksanakan shalat malam . Naira duduk bersimpuh di dalam balutan mukenah yang masih di kenakan nya. Hatinya gundah, bingung ,risau dan takut pastinya. Di luapkan nya segala kegundahan itu dalam doa nya . Air matanya pun terus mengalir dengan deras nya. Naira melepas mukenah nya , merapikan dan meletakan nya di tempat nya. Naira membaringkan tubuh nya di atas kasur. Hingga tanpa iya terlelap dengan begitu nyenyak nya.

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

The Lone Alpha

read
125.5K
bc

His Unavailable Wife: Sir, You've Lost Me

read
10.5K
bc

Secretly Rejected My Alpha Mate

read
35.7K
bc

Claimed by my Brother’s Best Friends

read
819.4K
bc

The Luna He Rejected (Extended version)

read
612.9K
bc

Bad Boy Biker

read
8.7K
bc

The CEO'S Plaything

read
19.3K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook