1 bulan kemudian Lia sedang duduk di ruang rawat, menunggu suaminya yang tak kunjung membuka mata. Sudah 1 bulan pasca kecelakaan itu terjadi namun belum ada tanda-tanda Evan akan sadar. Lia meletakkan satu tangannya di atas tangan Evan sementara tangan satunya lagi sibuk mengusap rambut Evan lalu mengusap wajah suaminya dengan tisu basah. “Mas, udah sebulan kamu di sini. Kamu masih belum mau membuka matamu? apa kamu enggak bosan Mas? kamu enggak pengen ketemu sama aku?” ia menghela napas untuk kesekian kali. Walaupun harapannya semakin lama, semakin memudar, ia tidak akan pernah menyerah untuk menunggu suaminya sadar. Namun ia tersentak ketika jari Evan bergerak pelan. “Mas,” gumamnya kemudian dengan cepat ia menekan bel untuk memanggil perawat ketika Evan kembali menggerakkan jari tang

