Bab 32 - Penuh Air Mata

1166 Words

Setibanya di rumah sakit, Lia menunggu dengan cemas di luar UGD. Ia berjalan mondar-mandir seraya mengigit kukunya, sesekali melirik ke pintu ruang UGD berharap segera dibuka dan Dokter yang menangani membawa kabar baik. Ia kemudian mengambil duduk di kursi tunggu saat merasa perutnya tidak nyaman, belakangan ini anak dalam kandungannya sering menendang kuat, seperti ikut merasa gelisah mengikuti perasaan Ibunya. Lia mencoba tenang, mengatur napas pelan seraya mengusap-usap lembut perutnya. Bagaimanapun juga ia lagi hamil, ia tidak boleh stres berlebihan karena itu bisa mempengaruhi perkembangan janin dalam perutnya. Ceklek! Lia segera menghampiri Dokter yang baru saja keluar dari ruangan. “Bagaimana keadaan mertua saya Dok?” “Alhamdulillah mertua Ibu baik-baik saja. Beliau mengalami s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD