14

2275 Words

Freya mengembuskan napas dengan cara berlebihan, terang-terangan menunjukkan ketidaksukaannya pada kedua orang yang sedang mengikutinya di belakang. Axel dan Kim Naru. Sejak keluar dari gedung kantor, kakak beradik itu terus mengikutinya. “Berhenti mengikutiku!” seru Freya dengan kesabaran yang kian menipis. Kim Naru langsung berhenti, bersembunyi di balik punggung Axel yang berdiri tegap. “Hmm, aku kan ikut denganmu karena mau mengambil mobilku,” ucap Axel sambil tersenyum. Senyuman yang mampu membuat jantung Freya berdebar. Warna merah bibir Axel mengingatkannya dengan kejadian tadi pagi. Bibir itu—stop! Freya memukul kepalanya tanpa sadar. “Apa yang kupikirkan!” serunya pada dirinya sendiri, membuat dahi Kim Naru berkerut-kerut. “Oppa, kau yakin kalau dia akan jadi kakak iparku? Di

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD