BR#5 Pencarian Anggota

1032 Words
Jam menunjukan angka 1 lebih 15 menit, Nancy sudah terjaga sedari tadi, bunyi burung hantu dan hewan malam terdengar saling bersahutan. Nancy meletakan satu kertas yang sudah ia tulis untuk Joan dan Ken, berjaga-jaga jika mereka akan bertingkah konyol. Nancy mulai berjalan keluar dari rumah, menuju hutan terlarang, lengannya membawa satu bungkus makanan untuk perjalanan. “Semoga kalian baik-baik saja,” gumam Nancy yang muali melakukan perjalanan, dia harus sampai sebelum matahari muncul.                 Nancy berlari menembus hutan penjaga di daerah ini, berlari dengan menutup setiap jejak yang ada dan menghilangkan aroma dari tubuhnya. Pengkhianat itu sudah hafal aroma tubuhnya dan anggota golden guide yang lain, jadi untuk berjaga-jaga ia harus menghilangkan aroma tubuhnya dan anggota golden guide sedari awal.                 Bulan purnama yang menjadi pencahayaan Nancy untuk kali ini, beberapa kali kakinya tersandung dengan ranting dan bebatuan. Tapi, hanya ini yang bisa ia lakukan untuk kelompok golden guide, selama ini dia hanya bisa bersikap acuh dan sekarang adalah waktu yang tepat untuk mengubah sikap egoisnya. “Nancy baju ini lucu bukan?” Suara Marcella terdengar di belakang tubuh Nancy. “Bagus banget Cel, gimana kalau kita beli ini di packmu, aku rasa yang lain akan menyukainnya.” “Hahaha kau ini, Ken dan Mahendra membenci segala sesuatu dari packu Nancy. Hanya gara-gara makanan yang kami buat pedas, mereka langsung bersikap seperti itu, menyebalkan.” Marcella memilih melipat kembali baju yang tadi ia pegang, meletakannya di lemari. Nancy hanya menggelengkan kepala dan mengusap bahu Marcella untuk membuatnya sedikit nyaman. “Bagaimana perkembangan penyusup itu?” suara Ana terdengar bersamaan dengan pintu kamar yang terbuka, menampilakn sosok succubus yang begitu cantik. “Sejauh ini kita belum bisa terlalu bergerak An, banyak hal yang harus kita mulai perhatikan, seperti aroma dari tubuh kita. Bagaimanapun dia sudah beberapa tahun bersama kita, jadi aroma kita tentu sudah ia kenali. Jadi aku sarankan nanti tengah malam kita menghapus aroma tubuh kita untuk waktu yang cukup lama, semua demi keamanan kita.”                 Ana mengangguk mendengarkan penjelasan Nancy, penyihir yang cuek tapi sebenarnya begitu peduli dengan anggota yang lain, meskipun Nancy tidak sehebat Michel tapi untuk kontribusi Nancy lebih lama dan lebih banyak untuk kelompok ini. “Nanti aku akan beri tau Rose, sekarang dia sedang mengintai pack yang akan menjadi sasaran kelompok itu.” Ana berjalan mendekati Nancy dan Marcella dan duduk di antara mereka berdua, “untuk saat ini kita harus berjaga-jaga saat melakukan pergerakan, aku akan sedikit membuat kecohan dengan apa yang aku bisa.” “Aku sepertinya aku meminta tetua mengirimkan buku Nymph, setauku buku itu yang benar-benar dicari oleh kelompok itu setelah buku dari pack serigala putih utara.” “Aku akan pergi ke packku untuk mempelajari unsur pentih dari penyihir, apa yang bisa kami lakukan untuk melawan kelompok itu!” seru Nancy. “Sore nanti Rose akan pulang, jadi kalian bisa berbicara dengan Rose tentang niatan kalian itu.”                 Nancy dan Marcela mengangguk, sedangkan Ana memilih untuk segera keluar dari kamar ini untuk memantau lebuh jauh perkembangan setiap pack. “Dulu aku mikir kalau Ana gak berguna untuk golden guide dan ternyata aku salah,” ucap Nancy yang menatap pintu kamarnya yang sudah tertutup.                 Pack succubus terkenal dengan memanipulasi dan berkamuflasi tapi pack ini yang selalu menjadi incaran dari pack yang lain karena kelebihan mereka. “Aku juga dulu mikir seperti itu, apalagi Rose dan Ana adalah anggota terakhir dari golden guide, jadi ya jelas kita semua yang sudah lebih dulu ada di golden guide heran kenapa moonlight memberikan tugas yang paling besar untuk mereka berdua.” “Bener Cel, tapi sekarang kita tau segimana pentingnya mereka untuk golden guide, terutama Rose.”   “Marcela kamu harus baik-baik di sana. Aku sebentar lagi datang.” Nancy bergerak dengan kecepatan maksimal yang ia bisa, perlahan hutan terlarang mulai nampak di depan matanya, hutan yang di kelilingi sungai dengan arus yang deras, sungai yang membawa mereka selamat dari serbuan kelompok pengkhianat itu.                 Nancy mulai memfokuskan dirinya, mencoba merapalkan mantra untuk bisa berpindah sesuai yang di ajarkan Michel dulu. Tapi nihil, Nancy tidak bisa berpindah sedikitpun dari tempatnya. ‘Kalau kamu mau berpindah fokuskan tempat apa yang akan kamu tuju, rapalkan mantra dan sebutkan tempatnya baru kamu bisa berpindah sesuai yang kamu mau’                 Suara Michel terdengar mengalun di telinga Nancy seolah Michel memang benar ada di hadapannya, mengajarkan ilmunya untuk Nancy. “Semoga aku bisa..”                 Kabut mulai membungkus tubuh Nancy seiring dengan mantra yang dilafalkan olehnya, dalam hitungan detik tubuh Nancy sudah berpindah di hutan terlarang. Nancy membuka matanya dengan tubuh yang sudah sedikit limbung dan keringat dingin yang bercucuran di pelipis. “Michel aku bisa, aku bisa..” gumam Nancy. “Huft.. sebentar lagi mentari bakaln terbit, setidaknya aku sudah sampai di tempat aman ini.”                 Nancy berjalan menyusuri hutan terlarang, jejak-jejak langkah kaki terpampang di depannya, berarti mereka baru saja melewati jalan ini.                 Satu panah melesat tepat di hadapan Nancy, reflek Nancy berjalan mundur dan memasang perlindungan diri. Anak panah yang berjarak beberapa cm dari arahnya membuat Nancy langsung menatap ke arah depan yang menunjukan orang yang sedari tadi ia cari. “Marcela? Kamu baik-baik aja?”                 Nancy langsung bergerak dengan cepat ke arah Marcela yang masih memegang busur panah, menghadap ke arah Nancy. Nancy memegang lengan Marcela dan membawanya ke dalam pelukannya, sedangkan Marcela hanya tersenyum membalas pelukan Nancy. “Kalian jahat..” bisik Nancy dengan parau. “Aku dan Nich harus memulihkan kondisi kami dulu, awalnya kami mau segera pergi 2 hari lagi menunggu kondisi Nich peluh sepenuhnya. Tapi ternyata kalian sudah mendengar kabar kami di sini..” “Nich bagaimana kabarnya? Dan bagaimana kalian bisa sampai di hutan terlarang?” “Sudah nanti aku jelaskan, terlalu panjang, lebih baik kamu beristirahat di rumah pohon yang kami buat.”                 Marcela menarik lengan Nancy untuk masuk lebih dalam di hutan terlarang, seseorang tidak akan pernah sadar ada dua makhluk yang berdiam di hutan terlarang ini. “Nich lihat siapa yang aku temukan?”                 Nich yang sedang mengasah pisau kecilnya langsung menatap ke arah Nancy yang tersenyum tipis dengan pakaian yang terlihat lusuh. “Tidak rindu dengan aku?” Nich merentangkan tangannya yang disambut dengan hangat oleh Nancy. “Aku rindu bodoh..” “Kamu masih sama Nancy, terlalu berani untuk datang ke sini.”                 Nich mengusap rambut Nancy yang sudah kusut dengan penuh kasih sayang, mengangkat wajah Nancy untuk bisa melihat bagaimana kabar orang terkasihnya setelah sekian lama terpisah. Nancy menatap Nich dengan tatapan sendu dan melepaskan pelukan mereka, merasa tidak enak dengan Marcela yang tersenyum maklum kepada mereka berdua. “Aku dengar kamu terluka Nich? Sekarang bagaimana?” 
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD