Gosip Miring

1047 Words
Ada banyak orang yang dimintai keterangan mengenai hilangnya Nirmala. Bukan cuma ada satu atau dua orang yang dimintai keterangan. Tapi ada puluhan. Seperti siapa orang yang sering ditemui Nirmala sebelum menghilang. Siapa yang menghubungi atau mengirim pesan ke nomor perempuan itu beberapa hari terakhir. Dan, di antara banyaknya saksi, ada nama Alenta dan Dami. Netizen mulai berasumsi kalau hilangnya Nirmala ada hubungannya dengan unggahan artikel beberapa hari terakhir tentang ketiganya. Katanya, Dami, Alenta dan Nirmala terlibat cinta segitiga. Mulanya banyak orang yang mendukung jikalau Dami dan Alenta sungguhan pacaran. Mereka akan menjadi pasangan paling serasi dan nyaris sempurna. Tapi, reaksi orang perlahan berubah seiring munculnya artikel miring tentang Alenta. Katanya, Alenta penggoda. Muncul lagi berita baru. Menyebut Alenta sebagai orang ketiga sehari setelah ada media online menyebutkan kalau Dami dan Nirmala telah lama berpacaran namun secara diam-diam. Tidak lama, muncul lagi unggahan baru. Kali ini lebih parah dari berita sebelumnya. Media online menulis bahwa Alenta berniat merebut Dami dan membuat masalah pada Nirmala selama syuting film bersama. Seperti yang diketahui banyak orang. Alenta dan Nirmala sedang ada project bersama. Sebuah film yang menjadikan keduanya sebagai lawan main. Netizen pun mulai berbondong-bondong membuat asumsi. Bagaimana interaksi Alenta dan Nirmala selama di lokasi syuting. Ada yang bilang, kedua perempuan itu memiliki hubungan dingin. Selama syuting berlangsung, baik Alenta dan Nirmala saling menatap sinis. Hubungan dingin yang disebut-sebut netizen bukan tanpa alasan. Pernah, suatu hari salah satu akun gosip memposting foto Alenta sedang menatap dingin ke arah Nirmala. Jelas saja foto tersebut diburu oleh para penggemar keduanya. Penggemar Nirmala mengkritik sikap Alenta yang dianggap kurang ajar. Mengingat Nirmala lebih senior dan populer pula. Akun sosial media Alenta dihujani banyak kritikan pedas sampai nyinyiran. Katanya, sifat dingin Alenta bukan jadi rahasia umum lagi di kalangan sesama artis atau penyanyi. Dalam sekejap, citra baik Alenta hancur seketika. Tapi anehnya, Alenta tetap terlihat santai, tidak terusik sama sekali. Membela diri saja tidak sampai Tiara gemas sendiri. Apa perasaan Alenta sudah mati? Kenapa tidak marah? Kenapa tidak membela diri saat ada banyak orang memandangnya buruk? "Kalau gue marah, itu tandanya benar," ujar Alenta kala Tiara protes. "Ya nggak bisa gitu dong, Len." Tiara menahan geram. "Kalau emang nggak benar, lo kasih pembelaan. Lo pasang di insta story, kek. Atau apa kek!" "Malah bikin pusing," kata Alenta tenang. "Lo piki insta story bisa menyelesaikan masalah?" Tiara menyerah! Kalau ia meneruskan untuk berdebat, yang ada mereka bisa bertengkar seperti waktu itu. Tiara akan menunggu hasilnya lebih dulu. Kalau sampai beberapa hari ke depan belum reda juga, Tiara yang akam turun tangan. Berita buruk seperti ini akan terus menggerogoti nama baik Alenta. Tiara khawatir akan mengganggu karir sang artis kalau dibiarkan terus menerus. "Oh ya," gumam Tiara celingukkan ke sekitar. "Gue nggak lihat Rivano hari ini. Dia ke mana?" "Rivano izin buat libur sehari," jawab Alenta. Kepala Tiara mengangguk. "Kelelahan kali ya? Dari dia masuk sampai kemaren nggak pernah libur. Ngintilin kita pergi ke mana-mana." "Bisa jadi." Alenta menyahut. "Oh, iya, Ra... syuting buat video musiknya kapan? Selama syuting dihentikan sementara, gue nggak ada jadwal lagi selain siapin lagu baru, kan?" Tiara menjawab, "Iya. Jadi, sambil nunggu panggilan buat syuting, lo bisa fokus sama lagu baru sama promosi ke acara musik dan radio. *** Dami melihat sendiri kejamnya netizen meninggalkan komentar pedas ke akun sosial media Alenta. Dami yakin orang yang meninggalkan komentar jahat adalah penggemar Nirmala yang menyalahkan Alenta atas hilangnya idola mereka. "Gue kasian sama Alenta jadinya." Raka meluruskan kedua kakinya ke lantai. Dari keseluruhan cerita Dami—tentunya harus memaksa lelaki itu dulu sampai akhirnya mau bercerita yang sebenarnya. Dami dan Nirmala tidak pernah berpacaran. Nirmala dengan licik mendekati keluarga Dami. Bahkan meminta dukungan dari Ibu tirinya. Dami yang dasarnya membenci Ibu tirinya jelas marah kepada Nirmala. Tapi Nirmala bebal. Nirmala malah sengaja mempostin foto dan video dirinya saat pergi mengunjungi rumah papanya Dami. Sudah tahu Dami keras kepala dan mudah marah jika menyinggung keluarga baru papanya. Nirmala seolah sengaja membangunkan macam tidur. Jelas saja Dami marah. Termasuk kedatangan Dami ke lokasi syuting Nirmala seminggu yang lalu—justru menimbulan berita baru. Bukan cuma membuat Dami marah. Tetapi juga menyudutkan Alenta. Alhasial, Alenta mendapat hujatan dari penggemar Nirmala sekaligus pendukung pasangan Nirmala dan Dami. Beruntung Alenta orang yang tenang. Tidak mudah terpancing emosinya. Jujur saja, Raka dan Adam jadi sering mampir ke akun sosial media Alenta secara diam-diam. Tidak ada satu pun komentar dibalas Alenta. Perempuan itu tampak santai, tidak terpengaruh, padahal untuk orang yang tahu cerita sesungguhnya, cukup geram juga rasanya! Alenta tidak ada sangkut pautnya dengan hubungan Dami dan Nirmala. Dengan tegas Dami membantah jika keduanya berpacaran. Mereka memang saling kenal sejak remaja. Tapi tidak bisa dibilang dekat. Dami mengenal Nirmala karena kedua orang tua mereka berteman sejak masih muda. "Ada baiknya lo bikin klarifikasi, Bang. Apa lo nggak kasian sama Alenta dihujat mulu?" Abra memberanikan diri membuka suara. Seketika Dami melirik Abra. Bukan. Kali ini bukan tatapan dingin yang mengancam. Lebih ke tatapan untuk diyakinkan. Dami sadar ia tidak bisa diam terus. Karena bukan hanya namanya yang terseret. Tapi ada nama orang lain yaitu Alenta. "Mungkin Alenta kelihatan nggak peduli. Tapi, keluarga dan temennya pasti nggak mungkin diem juga kan, Bang? Demi keselamatan Alenta, kakaknya sampai nyewa bodyguard. Tujuannya apa? Ya jelas untuk jaga Alenta. Takut ada yang nyakitin atau berbuat jahat," tambah Abra. Tiba-tiba Adam nyeletuk. "Bener yang Bang Abra bilang. Gue yang bukan apa-apanya sakit hati banget! Apalagi orang terdekatnya." "Gue bertanya-tanya. Apa Alenta nggak punya perasaan marah atau sebal, gitu? Komen penggemarnya Nirmala udah mulai berlebihan! Sampai nyumpahin Alenta supaya mati aja!" Raka ikutan bersuara. Sebagai Kakak yang punya adik perempuan juga, Raka bisa merasakan sakit hati sekaligus khawatir kalau adiknya ada di posisi Alenta. Alenta tidak salah apa-apa tapi dihujat, lho! "Bikin klarifikasi aja deh, Bang," ujar Abra. "Kalau salah satu dari kalian nggak ada yang mau buka suara, gue takut Alenta makin dihujat." "Gue setuju, Bang," sahut Adam sangat semangat. "Kalau yang dibilang itu fakta ya nggak masalah. Tapi berita yang ditulis itu nggak bener. Masa lo tega lihat orang nggak salah tapi dihujat?" "Dam." Raka menepuk sebelah bahu Dami. "Terlepas hubungan lo sama Alenta kurang baik, lo nggak bisa biarin Alenta disalahin terus. Nirmala hilang atau nggak, jelas bukan salah Alenta. Apalagi sampai disangkut-pautin sama hubungan lo dan Nirmala. Itu sama sekali nggak adil, Dam."
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD