Takut Ketahuan "Cieee yang dijemput suami," goda Intan dan Nia. Kiana buru-buru melotot, memberikan isyarat kepada kedua sahabatnya untuk memelankan suaranya. "Bisa gak sih kalau gak kayak toa ngomongnya? Nanti kalau seisi sekolah pada tau gimana?" ucap Kia memperingati kedua sahabatnya. Keduanya langsung menutup mulut mereka dan mengacung dua jari seperti tanda mengajak berdamai. “Ki, kapan-kapan ajak Pak Rama jalan-jalan dong? Jadi kita rame-rame gitu ngedate-nya,” usul Nia. “Duh gak usah aneh-aneh deh, kalian kan paham gimana sifat laki gue.” “Lo kan belum coba, Ki. Mana bisa tau Pak Rama mau apa enggak, iya kan?” Kiana mengedikkan bahunya. “Gue gak janji ya? Kita lihat saja nanti.” Ketiganya berjalan keluar perpustakaan karena mereka telah mengembalikan buku-buku pelajaran yan

