Mei dan Rudy makan malam berdua. Sembari menghabiskan makanannya Mei bercerita kepada Rudy tentang apa yang ia lihat pagi tadi. Rudy tertawa bahagia mendengar cerita sang istri. Ia pun berdoa agar ia segera mendapatkan seorang cucu. "Semoga disegerakan ya, Ma." "Iya Pa, Amin." "Rumah ini pasti bakalan rame kalau Kiana hamil dan melahirkan cucu untuk kita," Rudy memandang lurus ke depan matanya kosong pikirannya menerawang jauh ke depan membayangkan suara anak-anak kecil di rumahnya. Mei meraih tangan sang suami, menggenggamnya lalu mengusapnya lembut. "Gak sabar ya, Pa." Usai makan malam dan berbincang-bincang Mei dan Rudy masuk ke dalam kamar. Mereka memutuskan untuk segera beristirahat karena besok banyak jadwal yang harus mereka lakukan. "Besok kita butuh banyak tenaga, Ma. Pagi M

