Tak Tahan Lagi "Haaaa …." Hampir saja Mei memekik kaget melihat pemandangan di hadapannya. Mei menutup mulutnya dengan tangan lalu bergerak pelan keluar kamar Rama dan menutup pintu perlahan. Mei tak bisa melukiskan isi hatinya saat ini ia sungguh bahagia pagi ini. Mei buru-buru masuk ke dalam kamarnya lalu berkemas pulang ke Jakarta. Ia sudah tidak tahan. Ia ingin sekali segera bertemu dengan besannya dan menceritakan apa yang ia lihat pagi ini. "Aku harus segera pulang ke Jakarta," ucap Mei sembari manggut-manggut. Mei berpamitan kepada seluruh anggota keluarga sebelum pulang. "Maaf ya semuanya aku harus balik ke Jakarta dulu. Ada urusan yang sangat mendesak jadi aku harus pulang sekarang," pamit Mei yang dimaklumi oleh keluarganya. "Ma, maaf ya Mei tinggal pulang dulu. Lain kali M

