Kiana mengerucutkan bibirnya mendengar penuturan Hans, ia merasa cemburu dengan sang ibu yang jauh perhatian kepada Rama dibanding kepada dirinya. "Aku yang anaknya aja gak pernah dikirimi makanan sebanyak ini," desis Kiana kesal. "Ckk Mama memang benar-benar pilih kasih," lanjut Kiana. "Sebenarnya anak Mama itu aku apa Kak Rama sih, huh." Ucapan Kiana sukses membuat Hans dan Rama terbahak. Rama menarik Kiana ke dalam pelukannya, mengecup dahi Kiana lalu menoel hidung Kiana gemas. "Kamu anak Mama dan aku menantu kesayangan Mama, itu faktanya, Sayang," ucap Rama mengeratkan pelukannya. Kiana mendongakkan kepalanya menatap Rama jengah sembari berdecih. "Cihh pede sekali kamu, Kak," cibir Kiana. "Yee … Kenyataannya emang gitu kok, wlee," ucap Rama sembari menjulurkan lidah keluar meng

