37. Sumbu yang Terbakar

1001 Words

Kamis pagi, pukul sepuluh. Suara mesin penghitung uang di kubikal VIP sebuah bank swasta terdengar seperti ketukan vonis mati di telinga Ardi. Teman lamanya yang bekerja sebagai kepala cabang di sana menyerahkan seonggok amplop cokelat tebal berisi uang tunai enam puluh juta rupiah. Bersama sisa tabungannya dan emas simpanan Mama Lian yang buru-buru digadaikan subuh tadi, total seratus juta rupiah kini berpindah ke rekening Evelyn tepat pukul sebelas siang—tiga jam lebih cepat dari tenggat waktu. Ardi mengira ketakutan itu akan mereda setelah tombol transfer ditekan. Namun, kenyataan menghantamnya tepat di ulu hati ketika ia tiba di rumah pukul empat sore. Mobil Tere sudah terparkir di garasi. Jauh lebih cepat dari jadwal kepulangannya yang biasa. Ardi melangkah masuk dengan d**a be

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD