Pada meja makan yang tersedia di kantin rumah sakit, Bintang dan yang lainnya tengah bergabung dengan rekan-rekan sejawat Adryan. Untuk beberapa detik, Rani dan Nanda sempat terhipnotis akan pesona dokter-dokter muda di hadapannya. Kalau boleh jujur, Bintang juga ikut terjebak pesona mereka. Namun, ia sadar diri dengan statusnya yang sudah menjadi calon Adryan. Bintang tidak akan berani lirik sana-sini. Berbeda dengan Rani dan Nanda, keduanya terlihat sedang curi curi pandang. “Nanda, Rani, mereka semua rekan-rekan kerjaku. Yang pakai kemeja kotak, namanya Alex, yang pakai kemeja maroon, namanya Rangga, kalau yang ini, namanya Ajun. Kenalan dulu, gih!” Adryan memperkenalkan satu per satu teman-temanya. “Oke, Bang.” Rani pun mulai menjabat satu persatu teman Adryan diikuti ol

