Terkunci di depan

1200 Words

Di dalam mobil alphard keluaran terbaru, Bintang menarik napas dalam-dalam. Pandangannya mengedar pada jalanan yang tengah lenggang. Ia tersenyum lega, saat bisa menghirup udara bebas setelah berhari-hari terkungkung di dalam rumah sakit. "Makasih ya, Mas. Udah izinin aku pulang. Ah! Nggak sabar rasanya bisa tidur nyenyak di kamar sendiri." Senyum Bintang tersungging manis. Auranya pun tampak beda, lebih ekspresif dan sumringah. Adryan membalas senyum itu tak kalah manis. Tangannya pun terulur membelai pelan kepala Bintang. "Sama-sama. Tapi inget, ya? Jangan sampai drop lagi. Suntik insulinnya jangan sampai lupa. Makannya jangan telat! Sesuaikan jamnya." Bintang hanya bisa mengangguk patuh, meski dirinya begitu benci dengan peringatan seperti ini. Sepertinya, mulai sekarang, Bintang h

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD