Bab 9. Misteri bulan purnama

1059 Words
Iloya bergidig ngeri. Dia lupa kalau laki-laki yang ada di belakangnya ini adalah sosok karakter antagonis dalam karangan fantasy itu, tentu saja sikapnya sangat kejam dan jahat. Sebelumnya Iloya juga diberi tahu oleh Rainer kalau dia mau menikahinya asal memberikan darah pada setiap bulan purnama padanya. Yang dia tidak mengerti, bukankah Rainer itu bangsa serigala? Kenapa masih membutuhkan darah seperti bangsa vampir? Iloya tetap Iloya, gadis matre dengan pemikiran acuh. Selama dia bisa selamat dari dunia mengerikan ini, hal lain yang menurutnya ribet itu urusan belakangan. Maka dari itu, perlahan Iloya membalikan badannya sehingga bagian depannya menempel dengan d**a Rainer. Iloya menampilkan cengiran saat Rainer menaikan sebelah alisnya, "jangan, ya! Kalau mata saya di congkel, nanti tidak bisa melihat ketampananmu lagi." dan ketampanan Yakuya serta laki-laki lain di luran sana juga. Iloya melanjutkan dalam hati. "Tak cukup kah kamu hanya bilang Yakuya saja yang tampan? Kenap laki-laki di luar sana juga kamu bilang tampan? Kamu ada rencana untuk menghianati saya?" Pertanyaan beruntun itu membuat Iloya tersentak kaget. Dia lupa kalau laki-laki yang memeluknya ini bisa membaca pikiran. Iloya meringis kecil saat pinggangnya terasa akan remuk karena Rainer mengeratkan rengkuhannya. "Bercanda." Iloya nyengir kaku. Rainer mendengus kasar. Namun, sejurus kemudian matanya memicing dan pergerakan tubuhnya nampak sedikit gelisah. Rainer mulai melepaskan rengkuhannya pada pinggang Iloya dan mulai berjalan ke arah kaca yang tertutup hordeng. Menyingkap sedikit kain hordeng, Rainer mengintip keadaan cuacanya di luar yang mulai diterangi sinar bulan. Rainer melihat jari tangannya yang kukunya mulai memanjang, kemudian melihat pantulan dirinya di depan kaca. Gigi taringnya juga sama mulai memanjang. Rainer menoleh ke belakang, ke arah Iloya yang tengah berceloteh mengenai aroma parfum di tangannya. "Rainer, parfum ini beraroma lavender. Wangi banget. Mungkin mulai saat ini, aroma lavender akan menjadi aroma pavoritku." Iloya menatap kagum botol kristal di tangannya. Dia tidak menyadari perubahan pada tubuh Rainer serta pupil matanya yang semula kuning keemasan, kini sudah berganti warna menjadi perak. "Rainer...," Iloya terkejut begitu melihat ke arah Rainer. Perlahan dia mundur ketika Rainer mulai melangkah mendekatinya. Saat ini Rainer nampak seperti orang lain yang tidak Iloya kenali. Namun, masih tetap dalam bentuk tubuh dan wajah milik Rainer. Iloya ketakutan, pirasatnya mengatakan ini bukan hal baik. Iloya hampir saja terjatuh kalau saja pinggangnya tidak ditarik Rainer. Bukannya bersyukur tidak jadi jatuh menghantam lantai, Iloya malah semakin bergetar ketakutan. Aura yang dikeluarkan Rainer begitu pekat sampai membuat Iloya kesusahan bernapas. "KYAAAA!" Iloya berteriak kaget saat Rainer tanpa aba-aba menggigit leher dan mengihsap darahnya. Badannya otomatis menegang seiring Rainer semakin banyak menghisap darahnya. Perlahan kesadarannya mulai menipis. Saat ini, kalau bukan karena Rainer menopang tubuhnya, sudah dipastikan tubuhnya akan meluruh ke lantai. Saat kesadarannya di ambang batas, Aisha menyorot Rainer bengis. Bibirnya mengutuk habis Rainer, "b******n!" Lalu kesadarannya benar-benar lenyap. "Sial," Yakuya yang baru kembali karena mengingat sekarang bulan purnama langsung mengutuk. Dia melotot begitu melihat penampilan Rainer. Namun, Yakuya lebih terkejut lagi saat melihat Iloya sudah terkulai lemas dalam dekapan Rainer. Ini tidak bisa dibiarkan, kalau Rainer menghisap habis darah Iloya, maka darah istimewa itu akan musnah seiring nyawa Iloya yang melayang. Dan kalau itu sampai terjadi, maka Rainer tidak akan bisa disembuhkan dari kutukan yang dimilikinya. Tanpa aba-aba, Yakuya merubah dirinya menjadi serigala berbulu hitam dengan ukuran setinggi orang dewasa. Yakuya dalam bentuk serigala menerjang dari arah samping Rainer. Berhasil, Rainer menghentikan aksi menghisap rakus darah Iloya. Kini Iloya jatuh terkapar di lantai dan tentu saja Yakuya harus segera membawanya menjauh dari Rainer. Rainer menggeram marah seperti hewan buas. Dikarenakan kutukan yang ada pada dirinya, Rainer tidak dapat berubah menjadi serigala seperti Yakuya, sebagai gantinya Rainer memiliki beberapa keistimewaan, diantaranya yaitu mengendalikan alam dan telepati. Namun, saat bulan purnama datang, Rainer akan kehilangan kendali dirinya dan tidak mengenali siapapun yang ada di depannya. Rainer mengangkat tangannya ke arah jendela, tidak lama tanaman sulur datang merambat dan mengincar Yakuya. Rainer menyeringai ketika melihat Yakuya kesusahan menghindari serangannya. Yakuya tidak bisa hanya terus menghindar, dia harus bisa kembali menyadarkan Rainer. Yakuya sebenarnya bingung, seharusnya Rainer tidak beringas seperti sekarang karena sudah meminum darah istimewa. Namun, kenapa Rainer malah terlihat semakin beringas dari bulan purnama sebelumnya? Karena percuma berubah menjadi serigala, Yakuya kembali menjadi manusia. Kegesitannya dalam menghindari sulur yang terus mengikutinya memang tidak segesit saat dia menjadi serigala. Namun, keuntungan dalam menghindar dari serangan Rainer lebih banyak karena badannya lebih kecil. Tak hanya sulur yang dia panggil, kini Rainer juga mendatangkan daun dan langsung menyerbu kencang ke arah Yakuya. "Rainer, sadar! Ingat dirimu siapa? Jangan biarkan pikiranmu tak terkendali!" Yakuya berteriak di sela lompatannya menghindari daun yang menyerangnya. "Memangnya siapa saya?" Rainer menyeringai, kilat matanya menatap Yakuya jenaka. Yakuya tergugu, dia tidak menyangka Rainer masih bisa menjawab ucapannya. Dia semakin tidak mengerti, kenapa Rainer seolah menjadi orang lain? Yakuya tidak bisa menghindari daun segampang menghindari sulur, sudah banyak luka yang tergores akibat banyak dan kencangnya daun-daun itu berputar menyerangnya. Yakuya memang hebat, tapi dibandingkan dengan Rainer, dia tidaka da apa-apanya. Tidak ada pengawal atau pelayan yang akan datang ke ruangan ini karena Yakuya sudah membuat dinding pembatas. Kedatangan mereka hanya akan membuat Rainer semakin kalap, rasa haus darah pada diirinya akan semakin meningkat seiring bertambah banyaknya orang. "Sial," Yakuya menggeram marah saat tahu kenapa Riner sampai hilang kendali. Dia baru sadar sekarang. Karena tadi Rainer menghisap darah Iloya terlalu banyak, kekuatan dalam tubuhnya meningkat pesat. Harusnya Rainer hanya meminum setets khusus di bulan purnama, maka kekuatannya akan stabil dan tidak membuatnya kehilangan kendali seperti sekarang. Tidak ada cara lain, Yakuya hanya bisa pergi dan membawa Iloya menjauh dari Rainer. Sebelum kekuatannya kembali stabil saat bulan purnama menghilang, maka Rainer akan tetap hilang kendali. Sebelum Yakuya sempat meraih tubuh Iloya, Rainer sudah lebih dulu membawa tubuh Iloya menggunakan tanaman sulur yang dia kendalikan, lalu mendekap Iloya di dadanya. Alhasil Yakuya melotot saat tahu ke mana tujuan Rainer membawa tubuh Iloya. Rainer berlari secepat kilat dengan Iloya di dekapannya, dia menerobos kaca dan masuk ke dalam hutan. Di belakangnya Yakuya mengejar Rainer dengan kembali kebentuk serigalanya. Tidak sempat, Rainer sudah terlalu jauh dan tidak bisa Yakuya mencium aromanya lagi. Dia bukan serigala yang istimewa dalam penciumannya sampai bisa mencapai berpuluh-puluh meter, dia bangsa serigala yang tajam dalam pendengaran. Namun, akibat serangan Rainer tadi, pendengarannya sedikit terganggu, jadi tidak bisa mengandalkan pendengarannya untuk sementara waktu. Yakuya menatap hutan yang tadi diterobos Rainer hampa, kemudian berbalik untuk mendiskusikan kelanjutan dalam mencari Rainer bersama para petinggi kerajaan lainnya. ***
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD