Debu beterbangan bagai kabut tipis di bawah sengatan matahari yang membakar kulit, namun semangat kerja bakti masyarakat Desa Terpencil tak surut sedikit pun. Hari ini, mereka bahu membahu bersama Via dan Darwin, membangun fasilitas air bersih yang selama ini hanya menjadi impian di benak mereka. Suara tawa riang anak-anak, obrolan ringan para orang tua, dan dentuman alat-alat yang beradu dengan batu dan semen bercampur menjadi melodi yang menghangatkan hati, mengisi udara desa dengan harapan baru. Via, dengan rambut dikuncir kuda tinggi-tinggi agar tidak mengganggu wajahnya yang memerah karena sengatan matahari, terlihat begitu sibuk mengaduk adonan semen di dalam sebuah wadah besar. Sesekali, ia mengusap keringat yang membasahi dahinya dengan punggung tangannya yang kotor, lalu ke

