12. Rencana

2358 Words

"Hawa, kenapa kamu menangis?" tanya Bunda yang sudah ada didepan pintu. Dengan cepat kuhapus air mata yang masih menggenang dipipi. "Hawa nggak nangis Bunda. Ini karena habis ngupas bawang aja, jadi perih," dustaku. "Jangan coba-coba buat bohongin Bunda. Cepat katakan siapa yang membuatmu menangis?" "Nggak ada Bun, Hawa nangis karna ... kangen sama Ummi." "Bunda semakin yakin kalo kamu sedang berbohong!" setelahnya Bunda masuk ke dalam, dengan cepat aku mengikut Bunda masuk ke rumah. Sampai diruang tengah aku melihat Mas Raddan dan Clara tengah asik saling menyuapi popcron satu sama lain. "Bagus ya! Kalian asik bermesraan disini sedangkan Hawa kalian suruh untuk membukakan pintu." "Bunda? Bunda kenapa nggak bilang-bilang dulu ke kita, kalo mau datang?" tanya Clara yang langsung bangk

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD