Gandi bergerak cepat mendekati jendela. Memeriksanya. Terkunci dari dalam. Artinya, tidak ada yang keluar dari jendela ini. Artinya juga, Nadia sejak awal memang sudah tidak ada di kamar ini. Ibu mertuanya itu mungkin tidak berbohong kalau Nadia pergi ke tempat temannya. Tapi siapa temannya itu? Sementara itu, Murni mengusap kening melihat pintu kamar ini rusak. Caca bisa marah kepadanya. Dia lalu mengarah pandang pada Gandi yang masih termenung di depan jendela. “Bagaimana? Apa kamu sudah menemukan Nadia setelah merusak pintu kamar Caca?” Gandi berbalik. Mengeluarkan beberapa lembar uang dari dompet. Lalu meletakannya di atas meja belajar. “Ini uang untuk mengganti pintu itu. Oya, katakan pada Nadia besok dia jangan kemana-mana karena aku akan menjemputnya pulang.” Murni melirik uang

