Toko Kue Risa

1964 Words

Nadia terdiam sejenak mendengar ucapan Caca. Cukup menyakitkan tapi dia mencoba untuk memaklumi karena Caca adalah adiknya. Nadia menoleh. “Aku tidak meminta, Ca. Hanya meminjam. Nanti pasti akan dikembalikan.” “Dikembalikan? Uang darimana kalau lima puluh ribu saja meminjam? Minta sama Mas Gandi? Bukannya lagi marah sama Mas Gandi?” “Aku tidak akan meminta sama Mas Gandi, aku akan membayar dengan uangku sendiri.” Caca menyeringai merendahkan. “Uang sendiri, kerja saja tidak.” “Makanya aku mau ke tempat teman. Barangkali dia bisa membantu mencarikanku pekerjaan.” “Sudahlah, jangan terlalu sinis dengan kakakmu, Ca,” sahut Murni. “Kalau mau pergi ke kampus, pergilah.” Caca memonyongkan bibir lalu meninggalkan tempatnya dengan wajah kesal dan tanpa salam. Murni geleng-geleng melihat s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD