Setelah pertanyaan Nadia barusan, Hugo memperhatikan wanita itu dengan seksama. Wajah seperti boneka dan rambut panjang bergelombang Nadia membuatnya mengutuk Gandi yang bodoh. Persetan dengan perkara anak. Nadia adalah wujud wanita yang sempurna meskipun tak ada yang sempurna di dunia ini. Lalu satu hal yang pasti, dengan kecantikan yang dipunyainya, Nadia sangat menjaga kehormatan diri. Dunia memang tidak adil. Mengapa bukan dirinya yang lebih dulu bertemu dengan Nadia, bukan pria b******k itu. Andai dia bertemu dengan Nadia beberapa tahun yang lalu, tentu kini wanita di hadapannya ini telah menjadi miliknya seutuhnya. Tak perlu lagi dia mencari-cari kesenangan di luar sana dengan mencicipi banyak wanita kalau di rumah ada makanan yang lezatnya tak tertandingi. "Feelingmu cukup kuat. T

