Malam yang berlalu tanpa kantuk dan tidur telah dilewati oleh Nadia. Bukan tanpa sebab musabab, otaknya terus berpikir kuat semalaman. Berpikir tentang Hugo dan Gandi. Ketika berpikir tentang Hugo, maka ketakutanlah yang muncul. Berbeda ketika mengingat Gandi. Maka beberapa kali, airmata pun keluar karena pria ini, berasal dari hati yang hancur tak berbentuk di dalam dadanya. Ada, ada muncul pikiran bahwa dirinya adalah wanita yang egois lantaran melarang dan menolak suami berpoligami walaupun suami memiliki alasan yang tepat yaitu ingin memiliki anak. Hanya saja ada hal yang membuatnya tidak ikhlas dipoligami, yakni dia ragu kalau dirinya yang mandul. Sebab, selama ini Gandi menolak diajak tes kesuburan ke rumah sakit. Alasan Gandi harga diri sebagai seorang laki-laki akan jatuh jika me

