Rasanya ingin sekali menampar wajah laki-laki itu, selama ini memang sangat sering memperlihatkan rasa sayangnya terhadap Naya ataupun Nara dulu, tetapi dirinya pun sebagai seorang ibu tak bisa membohongi diri sendiri, bahwa kenyataannya selama ini laki-laki itu tak pernah peduli ataupun benar-benar menyayangi anaknya seperti anak kandungnya sendiri. Ya, ayah sambung tak mungkin bisa menyayangi anak sambungnya dengan sepenuh hati layaknya menyayangi darah dagingnya sendiri, tak bisa jika harus terus seperti itu, sebagai wanita tangguh tak peduli apapun itu keputusan suaminya, dia akan lebih mementingkan keselamatan anaknya. “Hei, kamu mau ke mana malam-malam seperti ini? Jangan nekat, di luar nanti akan ....” Dia tak mempedulikan apapun itu, selain nekat untuk mencari anak kandungnya se

