Pagi-pagi sekali Nisa telah berkutat di dapur untuk membantu Bi Darsih membuat sarapan. Wanita paruh baya itu sempat menolak bantuan Nisa, tapi tampaknya Nisa tetap memaksa. Alhasil, Bi Darsih hanya bisa membiarkan saja Nisa membantunya. "Kamu sedang apa, Nisa?" Pertanyaan dari Sinta membuat kedua wanita berbeda usia itu pun serentak menoleh ke belakang. "Emh, saya lagi bantu Bi Darsih buat sarapan, Mah." Sinta berjalan mendekat lantas mengambil tangan Nisa untuk menjauh dari pantry. "Bi Darsih bisa sendiri. Kamu duduk saja. Jangan banyak berdiri," titahnya. "Tapi, Mah --- " "Sudah. Duduk di sini." Sinta memotong ucapan Nisa dengan cepat. Dia mendudukan tubuh menantunya pada kursi. "Mamah akan buatkan susu." "Tidak perlu, Mah. Nanti saya buat sendiri saja," tolak Nisa merasa tak e

