Tetangga yang aneh

309 Words
"Kasihan Ka, dasar manusia itu suka aneh-aneh," gerutunya pelan. "Kenapa lu?" "Itu, si mbak, nggak bakalan bisa pergi dari situ," ucapnya lagi. Aku terdiam, yang tergambar tadi adalah masa lalu dia sebagai manusia. Entah mungkin dulunya dia adalah qorin seorang manusia yang karena sesuatu akhirnya terjebak jadi makhluk yang bisa dipakai oleh dukun. Tugasnya adalah menjaga rumah. otomatis, dia nggak akan bisa kemana-mana. Sengaja ditanam disitu oleh manusia yang nggak punya perasaan. Qorin gadis itu disusupi sesuatu yang hitam yang menjadikannya seperti ini, kunti merah. Dikenal dengan level diatas Kunti biasa. Lebih agresif, lebih galak dan lebih kuat. Itu sebabnya bisa menggerakkan benda bahkan memindahkannya. "Jahat ya manusia," keluhku. "Kita juga manusia, jahat dong kita," candanya. "Iya, emang, kita jahat," jawabku dongkol. Nggak tahu, suka kesal sendiri melihat hal-hal semacam ini. Kenapa nggak minta perlindungan Allah SWT aja, kenapa harus kayak gini. Harusnya, mungkin dia sudah bisa pergi ke tempat yang lebih tenang. "Kita nggak bisa ikut campur, ada hukum sebab akibat Ka," ucapnya, seolah memahami pikiranku. Aku mengangguk, paham. Beberapa minggu berlalu, suatu hari, aku harus ke rumah sekretaris RT yang letaknya agak dibelakang gang. Artinya aku harus melewati rumah itu. Sore itu, menjelang maghrib, meski agak takut, kuberanikan diri melewati rumah dengan pagar setinggi leher orang dewasa. Ada jendela kaca besar yang ditutupi tirai di rumah itu. Langkahku semakin dekat dengan rumah itu. Aku jadi ingat, waktu kecil dulu, temanku Iwan, pernah nangis kayak kesetanan setelah melihat kepala yang menggelinding dari lorong selokan yang memisahkan rumahku dan sebelah. orang jawa menyebutnya 'Ndhas Gelundung'. Aku sangat mengingatnya, karena mbah putri yang menolongnya. Dibacakan ayat-ayat dan di cuci mukanya, sampai diantar mbah putri pulang. 'Duh, ngapain aku ingat itu sih!' rutukku kesal pada diri sendiri. Teringat itu, aku paksakan menoleh ke arah rumah itu, takutnya kalo setan kepala ama si baju merah tiba-tiba nyerang aja. Semakin dekat, lalu ...
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD