Malam semakin larut di Menara Obsidian, namun bagi Aruna, waktu seolah membeku di tengah kabut kegelisahan yang menyesakkan. Ia berdiri di balik meja kerjanya yang transparan, menatap pintu kantor CEO yang tertutup rapat. Di balik pintu baja itu, pria yang ia kenal sebagai Han Skye—pria yang selama ini ia dampingi dengan kesetiaan buta—sedang tenggelam dalam keheningan yang tidak wajar. Sejak kepulangan Han dari pertemuan dengan keluarga Valerius malam itu, Aruna merasakan perubahan aura yang drastis. Ada ketegangan yang merayap di setiap gerak-gerik Han, sebuah frekuensi kecemasan yang begitu tinggi hingga Aruna bisa merasakannya di bawah kulitnya sendiri. Sebagai wanita yang menghabiskan bertahun-tahun membaca setiap napas dan perubahan pupil mata Han Skye, Aruna tahu ada sesuatu yang s

