Hawa dingin Sektor 9 malam ini terasa berbeda. Bukan lagi sekadar angin kering yang membawa debu silika, melainkan sebuah keheningan yang sarat akan antisipasi. Di bawah permukaan tanah yang tandus, di dalam bunker komando yang disamarkan sebagai tangki limbah tua, cahaya neon biru redup memantul pada wajah dua pria yang telah melewati neraka bersama-sama. Gerald berdiri di depan meja peta holografik, masih mengenakan kemeja sutra Menara Obsidian yang kini sudah berlumuran oli dan debu. Di depannya, Kancil—sahabat lamanya dari masa-masa sulit di Sektor 7—menatap layar dengan intensitas yang belum pernah Gerald lihat sebelumnya. Malam ini bukan lagi soal bertahan hidup hari demi hari; malam ini adalah soal membangun masa depan dari reruntuhan kebohongan. Kancil menarik napas dalam-lambat,

