Bab 31 Arya kembali pulang dengan wajah yang ditekuk. Mati-matian ia harus meyakinkan Rieka bahwa meskipun di rumah, ia tak akan menyentuh sang istri sedikit pun. Cintanya tetap utuh untuk Rieka seorang, tapi tetap saja. Wajah muram dengan kilatan emosi tetap menjadi pemandangan terakhir sebelum Arya kembali pulang. Arya tak lagi peduli dengan amarah sang kekasih. Sebab raganya seperti sedang tak baik-baik saja. "Apa perlu aku siapkan makan malam?" tanya Dinar saat menyambut kedatangan Arya. Ia berdiri di samping pintu sambil memegang hendel pintu yang terbuat dari stainless. "Nggak perlu. Aku masih kenyang," balas Arya datar. "Mas kenapa?" tanya Dinar penasaran. Tak biasanya wajah sang suami kusut seperti itu. Arya terdiam. Sekilas matanya menoleh ke wajah polos Dinar lalu kembali m

