Bab 32 "Makanya, hati-hati," ujar Arya setelah membalut luka pada jari telunjuk milik Dinar karena pisau. "Lagian siapa suruh pake ngagetin!" balas Dinar ketus. Dadanya naik turun saat jemari Arya tak sengaja menekan luka yang sedang menganga. Hidungnya kembang kempis menahan nyeri. "Siapa suruh masak pake senyum-senyum sendiri." Dinar kembali terkekeh setelah mendengar ucapan Arya, mengabaikan rasa sakit yang sedang menyapa. Pikirannya kembali mengingat kejadian saat ia terkena pisau tersebut. "Sudah." Arya berujar. Ia menutup kotak p3k dan mengembalikan ke tempatnya semula. "Sini aja, biar aku yang siapin, kamu duduk dan tunggu di situ," ujar Arya saat ia melihat Dinar hendak bangkit untuk melanjutkan pekerjaannya. Ia berjalan menuju dapur dan memindahkan makanan ke meja makan. D

