Bab 26 "Bicara apa kamu ini!" Arya malu sendiri mendengar apa yang Dinar ucapkan. Sebab apa yang Dinar ucapkan itu sudah terjadi di rumah Rieka saat keduanya sedang berenang dalam telaga rindu. Bibir Dinar tersungging miring. Ia merasa lucu akan sikap Arya yang seperti sedang dikuliti habis-habisan. Dinar kembali duduk. Ia urung menghubungi Pak Rahman untuk menemaninya menghabiskan sarapan. Dengan terpaksa ia menikmati nasi goreng itu sendirian tanpa ada yang menemani. Tenggorokan Dinar dipaksa menelan segala makanan dan kenyataan yang sejatinya tak sesuai dengan apa yang pernah menjadi harapannya. Makan berdua, berdiskusi bersama pasangan dan melakukan aktivitas apapun bersama orang yang dicintainya. Takdir kehidupan begitu getir menyapa hidupnya. Setelah sepiring nasi goreng itu hab

