Terpaksa Berjodoh 25 "Ayo cepet buruan pindah!" "Kenapa ngga Mas aja yang pindah? Seharusnya kamar utama itu untuk ratu di rumah ini," sungut Dinar enggan bangkit dari tidurnya. "Nggak bisa, sebelumnya ini kamarku! Kamu pendatang baru, harusnya kamu yang pindah! Ngga ada ratu di sini! Yang ada cuma aku pemilik rumah ini!" Arya terus memaksa. "Okey. Aku pindah kamar. Tapi sebelumnya aku mau telepon papa dulu," ucap Dinar santai. Tubuhnya beringsut turun untuk meraih ponsel yang ada di atas nakas. Arya mendekati badan Dinar. "Eittss tunggu! Mau ngapain telepon papa?" Pandangannya penuh rasa curiga. "Ya mau kubilangin lah! Aku mau lapor sama papa kalau aku diminta kamu buat pindah kamar malam ini dan seterusnya!" Dinar menggertak Arya. "Eh tunggu!" ucap Arya saat Dinar benar-benar tela

