“DOKTER?!!!” Lili berlari kemudian bersimpuh di samping tubuh dokter Wulan yang sudah tergeletak di lantai dengan beberapa pil obat tercecer di dekat tangan kanannya yang terkulai lemas. “Dokter!!! Dokter Wulan kenapa hiks…” Lili mengguncang bahu dokter Wulan yang tak sadarkan diri. Sebagai satu-satunya orang dewasa yang melihat kejadian itu, Dea langsung saja berlari keluar mencari bala bantuan. “Tolong… tolong! Ada dokter yang pingsan di sini!” Sedangkan Lala terpaku di dekat pintu, tubuhnya berangsur gemetar, matanya menatap syok, tidak menyangka dirinya akan menemukan dokter Wulan dalam keadaan seperti ini. “Dokter kenapa? Hiks… Lili ada di sini, dokter nggak boleh sakit!” Lili menangis sambil menenggelamkan kepalanya ke d**a dokter Wulan. Lala masih bergeming, tidak mendekati kak

