ONS 21+

2398 Words
Warning! Mengandung adegan dewasa. Bijaklah dalam membaca! Keanu menatap rumah mungil yang kini di tempati Eka selama beberapa minggu terakhir, dengan cepat pria itu mengirim pesan pada Adam. Ya setidaknya gadis Aditama yang keras kepala itu baik- baik saja sekarang dan Keanu bisa melakukan pekerjaan lain yang diperintahkan sang atasan. Pria itu hendak menjalankan mobilnnya saat melihat gadis satu itu keluar dari rumah dan masuk kedalam sebuah mobil. Alis hitamnya mengerut dalam, kemudian menatap jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya. 23.00 Apakah kebiasaan gadis satu ini kembali muncul? Mungkin saja iya mengingat gadis satu itu sedikit tertekan dengan keberadaan Nyonya Maretha. Keanu dengan berhati- hati mengikuti mobil yang ditumpangi gadis satu itu. Sampai dilampu merah mobil yang dikemudikan Keanu disalip sebuah sepeda motor yang langsung berhenti mendadak didepannya. Tabrakan tidak dapat dihindari tentunya. Motor yang ditumpangi dua orang itu langsung terjatuh, mau- tidak mau Keanu turun dari dalam mobil dan memeriksa dua orang tersebut. “ Pak kalau bawa mobil lihat- lihat dong!” pekikan keras dari balik helm. Baiklah yang salah siapa yang marah siapa. Keanu yang merasa waras tidak menanggapi ocehan tidak berguna itu, Pria itu lebih memilih memeriksa keadaan bocah laki- laki yang dibonceng gadis ceroboh itu. “ Apa kamu terluka?” tanyanya memeriksa tubuh anak satu itu dan direspon dengan gelengan lemah tapi wajah pucat itu cukup membuat Keanu tahu, anak ini sakit. Dengan sigap pria itu menggendong sang anak dan memasukkan ke dalam mobil . “ Mau dibawa kemana adikku, Pak?!” gadis itu berteriak panik, bingung antara motor dan adiknya. “ Akh!” teriaknya melengking dan langsung masuk kedalam mobil mewah itu setelah meminggirkan motor dan menguncinya. Mobil itu membelah dengan mulus jalanan Bandung dan tiba sangat cepat di rumah sakit. Keanu dengan segera mengangkat tubuh anak itu dan membawanya kedalam diikuti sang Kakak. Sang anak telah di tangani oleh dokter. Sedangkan Keanu kini sibuk dengan ponselnya melacak keberadaan Eka. Dia harus segera pergi kesana sebelum ada kejadian yang tidak- tidak. “ Terima kasih dan maaf atas kejadian yang terjadi tadi. Saya terlalu panik sampai terjadi hal tadi. Masalah ganti rugi, bisakah saya mencicilnya?” baiklah gadis satu ini sepertinya sedikit tahu diri sekarang. Keanu tidak menjawab. Tapi sebagai gantinya pria itu mengeluarkan kartu nama dari balik dompet dan memberikannya pada gadis itu. “ Hubungi saya di nomor ini.” Kartu nama itu berpindah tangan dan pria itu pergi begitu saja dari sana. Gadis itu menghembuskan nafasnya panjang, berapa uang yang harus dia keluarkan untuk permak mobil mewah itu. “ Ark!” teriaknya frustasi. Di tempat yang berbeda, Eka menegak segelas minuman beralkohol yang disajikan sang bartender didepan matanya tak butuh waktu lama, isi dari gelas itu habis salam satu tegukan. “ Lagi!” dengan keras Eka meminta pria yang Eka taksir seusia Amar itu, menatapnya sanksi pasalnya minuman yang gadis itu teguk termasuk berkadar alkohol tinggi. “ Tidak punya telinga, hah? Aku bilang lagi!” sentaknya keras, menatap pria itu tajam. Dengan perlahan pria itu mengisi kembali gelas itu, penuh. Sesuai dengan permintaan gadis cantik yang sepertinya sangat depresi itu. Dan ini sudah hampir gelas ke lima yang masuk dalam tubuh gadis cantik satu itu sebelum berdiri sempoyongan bergabung dengan lautan manusia yang menggila di tengah lantai sesak itu. Eka menggila. Gadis itu menyalurkan depresinya dengan cara minum sampai mabuk parah seperti ini. Andai ada Adam atau Keanu, pasti gadis itu sudah ditarik untuk pulang kerumah. Tapi semuanya hanya masa lalu. Eka bukan lagi Aditama. Gadis itu menari dengan gila tanpa peduli beberapa pasang mata m***m memperhatikan tubuh indahnya, bahkan ada yang dengan berani mendekat, mencengkram tubuh gadis satu itu dan menggesekkan tubuh intim keduanya. Seringai nakal terpatri di wajah gadis satu itu, tangannya yang lentik menyusuri d**a pria yang ada didepannya sebelum matanya yang dingin menatap tajam mata pria tidak tahu diri didepannya itu. “ Mencoba bersenang- senang?” “ Iya, cantik.” Bisik pria itu seductive berbisik dicuping telinga Eka disertai kecupan panjang yang disematkan sepanjang pipi tirus gadis itu. “ Bagus. Kalau begitu cepat bawa aku untuk bersenang- senang.” Pria itu menyeringai menjijikkan dengan senang hati dia merangkul tubuh itu kedalam dekapan hangatnya. Rencana licik sudah terencana dengan rapi dalam benaknya dan malam ini, pria botak satu itu akan bersenang- senang dengan mangsa cantik yang menggiurkan satu ini. Dengan susah payah pria itu membopong tubuh itu meskipun sedikit sempoyongan. Keduanya hampir terjatuh dari tangga saat seorang pria tinggi menahan tubuh Eka dari belakang, mendekap tubuh itu dengan sebelah tangannya. “ Ehm?” gadis yang setengah sadar itu melepaskan belitan tangan si botak dan mengalihkan pandangan pada lengan kekar yang memeluk perutnya itu. Seulas senyum menggoda terbit di bibir Eka, dengan sadisnya dia mendorong pria botak yang tadi bersamanya dan beralih memeluk pria tampan berwajah tegas khas Asia yang berdiri kokoh didepannya itu. “ Hai..” gadis itu semakin mendekat, mulai mengendus aroma khas pria yang dia suka terlebih lagi aroma aftershave memabukkan yang mengelilingi tubuh maskulin itu. “ Dimana rumah anda, saya antar.” Suara serak nan sexy itu merasup dalam gedang telinga Eka, membuat gadis itu bergetar. “ Aku tidak punya rumah, bawa aku ke tempatmu.” Mata berwarna abu terang itu menatap mata hitam legam pria yang ada didepannya itu. “ Bawa aku pulang.” seringainya tepat di bibir tipis menggoda itu. * Keanu memarkirkan mobilnya dan berlari masuk kedalam Club setelah sinyal yang diterima dari ponselnya mengarah kesana. Dengan cepat pria itu masuk kedalam menembus kerumunan manusia yang asyik bergoyang tak tahu malu. Mata tajamnya berpendar mencari sosok gadis berwajah Timur Tengah yang hampir 10 tahun dikenalnya itu. Berulang kali dia menyentak tubuh wanita yang sekiranya punya postur tubuh sama seperti gadis satu itu dan berulang kali pula dia kecewa. Dan pada akhirnya dia mendial nomor ponsel gadis itu dan sayup suara seorang pria terdengar ditengah bisingnya ruangan. Dengan cepat pria itu menuju arahan suara sang pria dan menemukan ponsel Eka berada ditangan sang Bartender. “ Apakah pemilik ponsel itu wanita ini?” Keanu menunjukkan foto Eka yang tersimpan di Galery-nya. Bartender itu menganggukkan kepala yakin. “ Dimana dia sekarang?” “ Tadi dia minum banyak sekali disini lalu pergi ke lautan manusia itu dan saya tidak tahu lagi kemana perginya.” Sialan! Apa yang harus Keanu lakukan sekarang! Kemana dia harus mencari Aditama bandel satu itu. Mana mungkin dia melapor pada Adam dalam situasi seperti ini, Sama saja menyerahkan diri pada amukan Adam Alvino Aditama. Shit! * “ Aku tidak punya rumah, bawa aku ke tempatmu.” Mata berwarna abu terang itu menatap mata hitam legam pria yang ada didepannya itu. “ Bawa aku pulang.” seringainya tepat di bibir tipis menggoda itu. Tak perlu dua kali untuk memprovokasi pria itu, dengan sigap tubuh Eka melayang dan wajahnya mendarat mulus di d**a kokoh pria satu itu. Kedua masuk kedalam mobil dan mobil melaju dengan cepat, Eka sudah tidak peduli kemana dia akan dibawa karena yang jelas gadis itu suka dengan aroma pria yang ada disampingnya itu. Mobil berhenti entah dimana, tubuhnya kembali melayang dan mendarat di ranjang empuk. Seulas senyum menggoda tersemat dalam bibir sexy pria satu itu sebelum lumatan demi lumatan dilancarkan pada bibir tebal Eka. Baiklah Eka yang sudah mabuk tentu saja menyambut dengan ganas serangan pria satu itu, gadis itu mengikuti setiap pergerakan bibir itu dibibirnya sendiri sambil sesekali melepas pangutan itu barang sejenak untuk memasok nafas lalu kembali saling menyerang. Desahan demi desahan mengiringi malam panas keduanya. Bahkan dengan nakalnya tangan yang semula membelai tengkuk jantan pria itu merambat jauh dan tepat mendarat pada bagian tubuh paling belakang pria satu itu. Meremasnya dengan nakal. “ Naughty.” Bisik pria itu sambal mengulum lembut cuping telinga sang gadis disertai jemarinnya yang nakal mulai merangsang gadis yang terkulai di bawah tindihannya itu. “ Aku tidak nakal.” Kekehnya. “ Oh ya?!” alis tebal itu naik sebelah, sangat sexy membuat Eka menggigit bibirnya karena gemas. “ Mau yang lebih nakal?” bisik gadis satu itu. “ Show me!” tantangnya, matanya yang biasanya menatap tajam dan dingin pada setiap lawan bicaranya itu, kini terlihat menyeringai. Menunggu, apa yang akan gadis cantik satu ini lakukan. “ Pleasure!” bibir menawan itu tersenyum menggoda. Dengan semangat Eka mendorong pria tinggi yang mengurungnya itu sampai dia jatuh terlentang diatas ranjang. Baiklah, untuk kali ini pria itu tidak keberatan diperlakukan seperti ini karena dia tahu malam ini dia akan dapat jackpot besar dari seorang gadis cantik berparas Timur Tengah yang sempurna dan yang langsung membuat juniornya langsung meronta dibawah sana saat mata keduanya bertemu untuk pertama kalinya. Gadis itu kini berdiri di tengah- tengah ruangan bercahaya minim, wajahnya yang indah menatap sang pria yang setia menanti pertunjukannya itu dengan seringai menggoda. Gadis itu menyalakan music player, alunan music langsung menggema diruangan redup itu. Dengan perlahan gadis itu mulai melancarkan aksinya, menari disertai jemarinya yang nakal menyikap perlahan mini dress yang dikenakannya, sedikit memberi pemandangan kulit mulus bak pualam yang dimilikinya. Seringai m***m itu terbit tapi pria itu harus sabar sampai dia mendapatkan menu utamanya. Dan benar saja setelah menunggu, gaun sialan yang gadis itu kenakan langsung teronggok tak berdaya. Pria itu meneguk ludahnya serat. b******k! Sexy sekali wanita satu ini. Lihatlah tubuh indah yang berbalut kulit cantik bak pualam yang tertutup dengan dua kain sialan yang menutupi keindahan intim wanita ini. Semua yang ada pada tubuh gadis itu sangat pas, mulai dari paras wajahnya yang cantik, dua buah asset yang terlihat sangat menggiurkan, perut rata sangat sexy yang menurun menuju daerah yang sangat intim dan semua itu ditopang dengan kaki jejang yang sangat mulus. Brengsek pria itu sudah tidak tahan lagi sekarang! Bak singa yang sudah mendapatkan mangsanya, pria itu langsung menerkam Eka dan menindihnya diatas ranjang. Pria yang terlihat sangat kelaparan itu mengecupi setiap inchi wajah cantik yang terkulai itu dengan lembut kemudian berubah menjadi liar tatkala dengan nakalnya Eka menggigit bibir pria satu itu. “ Baiklah wanita nakal, sepertinya kamu harus sedikit diberi hukuman.” Seringainya m***m sebelum menyerang gadis yang tak berdaya itu dengan ganasnya. “ Ya hukum aku.” Desah Eka tertahan. “ Panggil aku Bumi.” Bisiknya ditengah pergulatan panas keduanya. “ Bumi.” “ Ya seperti itu, sayang!” Bumi tersenyum dan melanjutkan aksinya, menciumi leher jenjang itu sembari menghisapnya kuat, membuat desahan erotis keluar dari bibir sexy itu. “ Ahm.” “ Sexy.” Pria satu itu tidak berhenti memberikan pijatan lembut dengan lidahnya yang sangat panas. “ Bumi.. Sentuh aku lebih!” Rancaunya nakal dengan meremas d**a pria itu. “ Apapun perintahmu, Sexy.”Sekali sentak penutup atas itu terbuka dan mata tajam itu semakin berkabut melihat keindahan dua bongkahan didepannya itu, “ Indah dan sangat cantik.” “ b******k!” maki Eka saat Bumi mencubit salah satu n****e pink miliknya. “ Ya, saya sangat brengsek.” “ Ahh…” Desahan itu kembali terdengar saat dengan nakalnya Bumi mengulum salah satu n****e pink sebelah kanannya sementara belaian manja juga pria itu sematkan pada bagian kiri. “ Apakah sangat enak?” Bumi mengangkat kepalanya, menatap wanita yang kini menutup matanya dan mendesah sexy. “ Ya, jangan berhenti!” “ Tidak akan nona.” Seringainya dengan kembali mengulum kemudian menghisap bagian itu hingga meninggalkan bekas kemerahan. Bumi tidak akan pernah puas tapi aka nada banyakk waktu setelah sesi pertama ini. Perlahan bibir itu merayap menuju perut datar itu dengan kecupan- kecupan lembut dan seringai itu terbit tatkala melihat sisa kain penutup mini itu. Dengan nakalnya Bumi menariknya dengan gigitan sembari menyusuri pahatan jenjang itu, kini pria itu sudah siap dengan hidangan utamanya. Tak sabar Bumi langsung melucuti pakaiannya sendiri dan kembali meraih tubuh wanita yang tak berdaya itu. Dengan perlahan niat menyatukan keduanya itu terhalang dengan isakan lirih wanita yang ada dibawahnya itu. “ Sakit b*****t! Berhenti!” teriaknya memukuli Bumi dengan keras. Untuk apa wanita ini menangis setelah sejauh ini perbuatan laknat yang mereka lakukan?! “ Keluarkan!” teriaknya serak. Tidak akan pernah Woman! Bumi semakin menekan intim juniornya saat penghalang itu semakin terasa. “ f**k!” makinya lirih. Gadis ini Perawan! Dalam hati Bumi terus mengutuk betapa beruntungnya dia hari ini, seorang perawan segar dengan suka rela menyerahkan diri padanya. Perawan cantik yang mungkin akan menjadi candunya mulai detik ini. “ Saya akan sedikit lembut. Ok.” Ucapnya lembut dengan mengecupi setiap lelehan air mata yang keluar dari mata indah itu. “ Semua akan baik- baik saja setelah ini. Saya berjanji.” Rayunya. Setelahnya semua berjalan seperti apa keinginan Bumi. Rancauan serta desahan mulai terdengar di ruangan kedap suara itu. Bumi bermain sangat liar, membuktikan keperkasaannya yang rasanya tidak akan pernah surut. Pergulatan panas itu seakan tidak sanggup dia akhiri, berulang kali dengan nakalnya dia menggoda wanita cantik itu untuk lagi dan lagi mereguk indahnya malam mereka. Dan kini setelah hampir pagi, gadis itu telah jatuh terlelap akibat rasa lelah yang memuaskan keduanya. Lain halnya dengan gadis itu, Bumi sama sekali tidak bisa memejamkan mata. Mata tajamnya sedari tadi terus fokus pada gadis satu itu, dengan perlahan Bumi mulai menyusuri paras cantik khas Timur Tengah itu dengan jemarinya yang kasar. “ Kekasih.” Ucapnya pelan dan Seulas senyum lembut itu hinggap di bibirnya tatkala kata itu dia ucapkan. Ya mulai detik ini wanita ini adalah miliknya. “ Selamat tidur, Mine.” sebelum satu kecupan hangat dia sematkan didahi gadis itu kemudian memeluk tubuh yang telah lelap dipeluk kantuk itu kedalam dekapan hangatnya. Pagi datang dengan cepat. Seperti disiram air es, Eka langsung terbangun dari tidurnya, terduduk diranjang besar entah milik siapa itu dengan nafas memburu. Eka seperti mimpi berhubungan intim dengan seseorang. Tapi rasanya sangat nyata sekali?! Bahkan gadis itu merasakan sakit dibagian tertentu dari tubuhnya, terutama bagian intimnya! Dengan cepat gadis itu melempar selimut yang membelit tubuhnya dan terpekik kaget saat mendapati tubuhnya. Telanjang! Brengsek! Siapa b******n yang melakukan ini padanya dan meninggalkannya begitu saja di tempat seperti ini?! Tapi tunggu dulu, ini bukan hotel! Dengan cepat, Eka meraih bathrobe yang ada disofa yang ada di kamar itu kemudian memakainya. Rasa penasarannya menuntun gadis itu untuk membuka pintu kamar. Baiklah ini sejenis Penthouse. Gadis yang sudah resmi menjadi wanita itu menyusuri tempat yang terlihat sangat sunyi. Dan mata abunya berpedar lalu melangkah menuju dapur dan berhasil menemukan sebuah note yang tersaji diatas meja disamping sandwich dan segelas jus Alpukat Hanya ada ini, habiskanlah. Jangan pergi sebelum saya pulang. Sialan, kenapa Eka merasa seperti wanita panggilan yang menunggu sang pembeli pulang untuk membayarnya! Dengan marah wanita itu meremas note itu, berharap note itu adalah pria yang semalam mengambil hartanya yang dia jaga. Sialan mati saja kamu! 
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD