Bab 19 - Dia Yang Bodoh Karena Memilihmu

1821 Words

Sinar mentari yang menyilaukan menerpa gedung pencakar langit yang menjulang tinggi di tengah pusat kota. Bangunan mewah dengan ribuan kaca yang memantulkan cahaya matahari itu terlihat sangat memukau. Krystal menengadahkan kepalanya dengan satu tangan menghalangi kemilau cahaya tersebut menusuk matanya. Ia merasa sangat kecil berdiri di depan gedung pencakar langit tersebut. Pertama kalinya ia menyadari bahwa keputusannya menerima tawaran Kaizer Lanzo mungkin adalah sebuah kesalahan. Krystal merasa mereka bagaikan langit dan bumi di mana Kaizer berada di ketinggian yang sangat sulit digapainya. “Haisssh! Apa yang sudah aku pikirkan? Aku tidak boleh kehilangan pikiran,” gumamnya sembari menepuk kedua pipinya berulang kali untuk menyadarkan dirinya bahwa ia tidak boleh serakah dan berpiki

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD