Telepon itu berasal dari manajer King karaoke tempatnya pekerja sebagai penjaga keamanan saat malam hari.
Tapi sekarang, Damar tidak butuh lagi pekerjaan itu.
Namun setelah Damar menimbang-nimbang, Damar memutuskan untuk pergi ke tempat King karaoke karena barang-barang pribadinya masih ada disana.
Malam ini, Damar akan pergi kesana untuk bekerja terakhir kali di King karaoke.
Karena Damar sudah tidak ada tempat tinggal, jadi dia berencana untuk mencari tempat tinggal besok setelah pulang kerja.
“Iya, aku akan kesana sekarang.”
Sesampainya di King karaoke, Damar berganti pakaian dan mendapatkan tugas di Area C.
Pekerjaan Damar sangat sederhana, kalau seorang tamu membuat masalah dia harus mendatanginya dan melerai. Atau kalau ada hal yang tidak diketahui para tamu, Damar harus menjelaskannya.
Tapi karena sekarang para tamu yang datang kebanyakan berkelas, jadi pekerjaan Damar menjadi lebih mudah.
Saat ini, seorang pelayan berpakaian seksi mendorong troli lewat di depan Damar dan memberikan senyuman manis.
“Hey Damar sudah datang rupanya!”
Damar mengangguk untuk memberi salam, “Eh kak Noviana, seperti biasa kamu sangat cantik mala mini!”
Noviana terkekeh dan meninju Damar main-main, “Alah gombal! Aku ke depan dulu ya, nanti aku kesini lagi.”
Setelah selesai berbicara, dia mendorong troli dan pergi. meninggalkan aroma tubuhnya di sekitar Damar.
Melihat punggung Noviana yang berlenggak-lenggok seperti model perempuan yang fashion show di Paris Fashion Week itu membuat Damar menelan ludah.
Setelah didepak dari keluarga Raharjo dan bercerai, Damar terus bertemu perempuan cantik yang selama ini ada disekitarnya.
Tak satupun dari mereka yang lebih jelek dari Sisy!
Pekerjaan pun berlanjut, Damar melihat para tamu yang datang dan pergi dengan senyum di wajah mereka. sepertinya malam terakhir Damar akan berakhir dengan tenang.
Sekitar pukul 12 malam, HT milik Damar tiba-tiba berbunyi.
“Damar, pergi ke kamar C36! Tolong aku!”
Damar langsung tahu kalau suara itu adalah Noviana.
Dia bergegas menuju ruangan privat C36 dengan cepat, dan langsung membuka pintu.
Di dalam sana ada beberapa orang, terlihat pria berkepala botak menatap Damar dan berkata, “Pergi!”
Tapi Damar melihat seorang pria paruh baya dengan perut menonjol hampir meledak di dalam ruangan sedang melakukan pelecehan pada Noviana.
Noviana menjerit minta tolong, “Hentikan! Tolong!”
Bagaimana bisa Damar bisa pergi saat melihat rekan kerjanya diperlakukan seperti ini? Damar segera naik pitam dan tiba-tiba membuka pintu dengan lebar. Pria botak yang menghalangi pintu itu segera terpental mundur.
Damar bergegas masuk dan memberikan pria gemuk itu tinju.
Noviana buru-buru lari dan meraih tangan Damar, “Damar, ayo kita pergi sekarang!”
Tapi lelaki botak itu sudah berdiri dan memblokir pintu dan mencegah mereka pergi.
Pria gemuk itu meludahkan darah dan mengelap mulutnya dengan kesal, “Kamu pikir bisa pergi setelah memukulku? Hahaha, bertahun-tahun tidak ada yang berani memukulku!”
“Hey, menurutmu masalah ini bisa selesai begitu saja?”
Damar merentangkan tangannya untuk melindungi Noviana, “Kamu yang lebih dulu melakukan pelecehan pada pekerja disini! Ini bukan masalah sepele, aku akan panggil polisi!”
Mendengar ucapan Damar, pria gemuk itu langsung tertawa, “Panggil polisi? Hahaha! Sepertinya kamu masih belum tahu siapa aku!”
Pada saat ini, manajer King karaoke datang karena mendengar keributan.
“Damar! lihat apa yang sudah kamu lakukan, cepat minta maaf ke pak Faris!”
“Beliau adalah orang penting dan juga teman baik bos kita!”
Faris melirik manajer dan melambaikan tangannya, “Jangan berlebihan, dibandingkan teman, bosmu itu lebih seperti pesuruhku!”
Damar berkata, “Manajer! Ini bukan salah kami, dia yang menyerang kak Noviana lebih dulu! Kami akan memanggil polisi karena kami adalah korbannya!”
Faris menyentuh perutnya sambil tertawa, “Duh, duh anak muda satu ini, jangan bicara omong kosong. Aku tidak melakukan apapun, dia yang merayuku duluan waktu mengantarkan minuman tadi.”
Noviana berkata dengan takut, “Tidak! Jangan memutar balikkan fakta! Damar kita panggil polisi saja!”
“Diam kalian berdua! Jangan berani-berani memanggil polisi. Pak Faris bukan orang sembarangan, dia bisa menghancurkan karaoke ini!” teriak manajer lalu menoleh ke Faris dengan wajah memelas, “Pak Faris, tolong jangan diambil hati, kami akan lakukan apapun yang anda minta.”
Faris tampak puas saat mendengar penawaran manajer itu. dia segera menunjuk Noviana dan berkata, “Sederhana saja, dia, dia harus menemaniku semalaman!”
“Aku butuh sesuatu agar amarahku ini bisa reda!
Sebelum Faris selesai berbicara, Damar langsung menolak dengan tegas, “Tidak! Kamu tidak akan bisa menyentuh kak Noviana lagi!”
Faris menopang dagunya yang penuh lemak dengan kedua tangannya, “Oh begitu ya? oke, kalau begitu aku bisa mendapatkan ganti rugi karena kamu sudah memukulku tadi, kan?”
Damar menjawab, “Aku akan memberimu dua juta!”
Faris terkekeh, “2 juta? Uang segitu hanya cukup untuk uang parkir!”
“Aku ingin 1 miliar!”
Damar dan Noviana sama-sama terkejut.
“1 miliar? Gila ya! ini namanya pemerasan!” kata Noviana tidak terima.
Faris menjawab dengan tegas, “Benar, aku sedang memeras dia, kenapa?”
Setelah Faris selesai berbicara, Damar melihat banyak penjaga keamanan yang datang.
Rupanya manajer karaoke yang menyuruh mereka datang, bahkan dia sudah menghubungi pemilik karaoke dan memintanya untuk segera datang.
Kejadian ini tidak bisa ditangani olehnya sendiri, daripada semakin runyam, manajer memilih untuk memanggil penengah yang lebih kompeten yaitu pemilik karaoke.
Noviana memegang erat lengan Damar dengan kencang, terlihat jelas wajah penuh penyesalan karena sudah menyeret Damar ke dalam situasi seperti ini.
1 miliar! Baik dia atau Damar tidak mungkin punya uang sebanyak itu!
Noviana menggertakkan gigi dan berkata dengan lemah, “Damar, kamu pergi saja, biar aku yang menangani masalah ini…”
Damar segera memotong, “Tidak, aku tidak akan membiarkanmu melakukan apa yang dia minta!”
“Oh? Apa kamu akan membayar ganti ruginya? Oke, mana uangnya!” kata Faris merendahkan.
Tentu Faris sangat percaya diri, mana ada penjaga keamanan punya uang 1 miliar!
Disini sudah jelas siapa yang memiliki uang lebih banyak!
Noviana semakin panik dan berkata dengan cepat, “Damar, 1 miliar uang dari mana!
“Walaupun kamu punya, jangan berikan padanya!”
“Ak-aku tidak seberharga itu…”
“Tidak! Kak Noviana, kamu lebih berharga dari uang 1 miliar!” potong Damar.
Kemudian dia mengeluarkan kartu Berlian dan berkata, “Aku bayar pakai ini!”
Kemudian Faris menyuruh orang untuk membawa mesin gesek kartu, tapi saat melihat kartu milik Damar, dia sangat terkejut…