“Humm... aroma hari libur emang paling enak,” ucap Arkan yang baru saja keluar dari kamarnya, pria yang mengenakan kaos coklat dan boxer itu menarik nafasnya panjang. Pukul tujuh pagi ini, ia sama sekali belum memakai kemaja apalagi mandi dan itu semua karena hari libur. “Mas Arkan udah bangun?” tanya Ayu baru keluar dari kamar mandi sambil membawa keranjang berisi pakaian yang telah dicuci. “Lho kamu cuci apa, Yu?” tanya Arkan mendekat ke arah wanita itu melihat isi keranjang. “Cuci pakaian Mas Arkan,” jawab Ayu membuat Arkan yang mendengar itu langsung meringgis. Ia lupa mengatakannya pada Ayu. “Astaga, saya lupa bilang sama kamu, Yu. Kalo pakian saya di laundry aja setiap seminggu sekali.” “Pakaiannya takut rusak ya, Mas?” tanya Ayu, ekspresi wajahnya terlihat bersalah. Arkan yang

