“ Time is up.” Arfa memecah keheningan kelas setelah empat puluh lima menit. Seketika suara berisik seperti dengungan suara lebah ,” Ayu …. Tolong rapikan hasil ujian sebentar.” Serunya saat melihat gadis itu terburu buru memebereskan tasnya. Mau melarikan diri heh …. gak semudah itu. Sialan kenapa mukamu memerah gitu ? Gak sadar teman temanmu memperhatikan ?
“ Perhatian.” seketika semua kembali duduk dan berhenti bicara, kecuali Ayu yang mengumpulkan hasil ujian teman-temannya ,” Cukup untuk semester ini, nilai akan saya serahkan ke bagian akademik. Terima kasih atas kerjasamanya, dan saya minta maaf bila ada yang kurang berkenan.”
“ Semester depan ngajar lagi, pak ?” terdengar celetukan dari kursi belakang.
Arfa menggeleng ,” Pak Rayyan sudah menyelesaikan pendidikannya. Semester depan Pak Rayyan Bisa kembali ke kampus. Ok, selamat siang … sekali lagi terima kasih.” tersenyum mendengar beberapa mahasiswinya menggerutu.
“ Ini, Pak …. “ Ayu menyerahkan hasil ujian yang sudah diurutkan dan dimasukkan kedalam amplop besar.
“ Kamu nanti sore pulang ?” ditatapnya Ayu yang lebih banyak menghindari kontak mata.
“ Iya, Pak “
“ Jam berapa ?”
“ Sekitar jam lima,kalau di tempat kerja gak molor.”
“ Makan siang yuk “
Ayu menggeleng panik ,” Saya ditunggu teman teman.”
Arfa menatap pintu dan keempat teman Ayu segera membalikkan badan pura pura sibuk dengan pembicaraan mereka, padahal jelas jelas mereka mengamati dari tadi. Diraihnya amplop dan tasnya ,” Ok, see you.” ditepuknya lembut ujung kepala Ayu dan meninggalkan gadis itu dan teman temannya bengong.
“ Ayu …..” keempatnya berlarian mendekati Ayu yang masih bengong sambil memegang ujung kepalanya yang menghangat dengan cara yang tidak dimengertinya.
“ Ada apa kamu sama Pak Arfa ?” Rani menggoyangkan tangannya.
“ Gak tau.”
“ Jangan bilang gak ada apa apa. Sikapmu aneh sejak tadi, gelisah banget masuk kelas,” Leon mendudukkannya di kursi terdekat.
“ Dan jangan pura pura gak nyadar Pak Arfa mengamatimu sepanjang ujian.” Aldo berdiri didepannya, bersandar di meja menirukan gaya Arfa memandangi Ayu.
“ Entahlah …. aku sendiri bingung dengan sikapnya.” Ayu menggigit bibir menahan diri untuk tidak menceritakan kejadian saat di kantor Arfa.
Rika duduk merapat disamping Ayu ,” Dengar dengar Bu Jenny akan menikah liburan ini. Benar itu ?”
“ Aku gak tanya, gak ada undangan juga.”
“ Sama Pak Arfa ?”
“ Gak tahu …. ngotot amat sih ?” jawab Ayu jengkel.
Rika menghentakkan kakinya ,” Kamu ini parah, susah banget sih cari berita. Segitunya kamu lumayan deket ama Pak Arfa dan Bu Jenny.”
Ayu menghembuskan nafas ,” Oke …. waktu nganter tugas ke kantor Pak Arfa dua hari lalu, aku juga ketemu Bu Jenny disana. Mereka cukup dekat, bahkan …. “
Teman temannya menatap antusias melihat pipi Ayu memerah.
“ Bu Jenny bersandar dan mencium pipi Pak Arfa didepanku.”
Keempatnya tergelak setelah sempat bengong.
“ Pantesan kamu salah tingkah......” ujar Rika disela tawanya
“ Pak Arfanya malah biasa aja … menganggumu.” Leon menepuk ujung kepala Ayu seperti Arfa.
Ayu mendelik kesal dan bangkit dari duduknya ,” Ayo makan. Aku ada kelas siang ini dan nanti sore pulang.”
Rani merangkulnya sambil melangkah ,” Jangan lupa bawakan kering tempe nenek ya.”
Ayu mengguman, berlagak tidak melihat ketika mobil Arfa melintas dan Jenny ada didalamnya.