bc

Ranjang Panas Suami-suamiku

book_age18+
225
FOLLOW
1K
READ
HE
forced
heir/heiress
blue collar
tragedy
scary
loser
city
like
intro-logo
Blurb

Tidak pernah terbersit di benak Ningsih dirinya akan menikah lebih dari satu kali di dalam hidupnya. Kegagalan dalam pernikahan pertama tidak membuatnya sakit hati. Justru dari sanalah dia menemukan lelaki yang sangat dia cintai. Lalu keduanya sepakat untuk menikah. Karena tidak ingin berlama-lama pacaran. Tetapi, Ningsih harus kembali menelan kekecewaan. pernikahannya kandas di tengah jalan, karena ulah wanita yang ingin memiliki suaminya.

Bagaimanakah nasib rumah tangga Ningsih selanjutnya? Berapa kali dia menikah dan kembali cerai, sampai akhirnya dia bertemu dengan Anggara lelaki yang menjadi imamnya itu?

chap-preview
Free preview
Rencana pernikahan
“Sih, dua minggu lagi, kamu akan, Bapak, nikahkan dengan Bambang anak juragan sapi,” kata Pak Andi. Saat ini Bapak dan anaknya-Ningsih sedang berada di dapur. Gadis itu sibuk memasak untuk makan siang. Kegiatannya terhenti sejenak, mendengarkan perkataan lelaki yang menjadi cinta pertamanya. “Kenapa, Ning, harus menikah dengan Bambang? Aku nggak suka sama dia, Pak!” jawab Ningsih dengan penuh penekanan. Andi yang sedang menyeruput kopinya, hampir tersedak. Saat mendengar kalimat penolakan dari putrinya yang selama ini sangat dia sayangi. “Cinta nanti bisa tumbuh dengan berjalannya waktu!” jawab Pak Andi dengan ketus. “Aku tidak mau, Pak!” Ningsih menjawab sambil terisak. “Bapak, nggak mau tahu, pokoknya kamu harus mau menikah dengan Bambang titik!” bentak Pak Andi. Andi menatap Ningsih-putrinya dengan tatapan tajam, serta d**a yang naik turun seolah menahan emosinya. Bahu Ningsih sampai bergerak karena tangis. Baru kali ini dia mendengar Bapaknya membentak. Membuat Ningsih takut sekaligus tidak percaya dengan sikap Bapaknya saat ini. Ningsih menghentikan kegiatan memasaknya. Dia mematikan kompor juga mengelap tanganya. Perlahan dia mendekat pada sosok lelaki paruh baya yang sedang duduk bersandar pada tembok. Ningsih mendaratkan bokongnya secara perlahan disisi Bapaknya. “Pak, aku mohon! Jangan paksa aku untuk menikah dengan pria yang sama sekali tidak aku cintai,” tutur Ningsih dengan hati-hati. Kembali mendengar penolakkan dari anak gadisnya membuat Pak Andi naik pitam. Dia berdiri dari dan secara sengaja membanting gelas kopi miliknya ke lantai. “Kamu sudah berani membantah perintah, Bapak?” Bentak Pak Andi sambil berkecak pinggang berdiri di hadapan putrinya. Ningsih hanya mampu mengelengkan kepalanya pelan, dengan air mata yang perlahan menetes di kedua pipinya. Dia takut dengan kemarahan Bapaknya. Andi tidak segan memperlakukan kasar anak-anaknya jika tidak menurut. “Kamu jangan bikin, Bapak malu dengan sikapmu. Jaga nama baik keluarga, ingat itu!” bentak Pak Andi kembali. Pak Andi akan memutar tubuhnya dan meninggalkan Ningsih yang sedang menangis. Namun, sayang kakinya seolah tertahan karena ulah seseorang. Andi menetap kearah kakinya. Amarah di dadanya semakin membuncah, melihat putrinya yang duduk bersimpuh di lantai sambil memegangi kedua kakinya. Serta, air mata yang semakin mengalir deras. “Bapak, tolong batalkan pernikahan ini,” pinta Ningsih dengan menghiba. “Bapak, bilang tidak ya tidak! kamu mengertikan ucapan, Bapak?” Pak Andi menjawab dengan suara naik dua oktaf. Tangannya mengepal erat di kedua sisi tubuhnya menahan amarah. Lagi-lagi Ningsih menolak perintahnya. “Ning, mau melakukan apa saja asal tidak di nikahkan dengan Bambang,” tawar Ningsih sambil menangis dan masih di posisinya dengan memeluk kaki Pak Andi. Pak Andi tersenyum sinis di wajah yang sudah di penuhi beberapa kerutan dan kumis tebalnya mendengarkan tawaran dari putrinya. Di benak terlintas sebuah ide yang sangat tidak mungkin sanggup untuk putrinya kabulkan. “Bapak, akan membatalkan pernikahan ini asal kamu mampu membelikan sawah satu hektar serta satu buah mobil baru!” pinta Pak Andi pada putrinya. Ningsih terperangah mendengar syarat yang harus dia berikan. “Bapak, kalau sawah sama mobil, Ning, nggak akan sanggup!” Suara gadis itu terdengar serak, dia menjawab sambil terisak dan menghiba. Gadis berparas ayu. Dengan bentuk wajah bulat, bulu mata yang lentik, rambut ikal mayang serta tinggi badan seratus enam puluh senti itu. berharap Bapaknya meringankan syarat untuknya. “Bukankah tadi kamu yang meminta penawaran, sekarang nggak sanggupkan! Kamu pikir, bisa ngalahin Bapakmu ini,” Pak Andi membatin sambil menatap wajah putrinya dengan tatapan sedatar mungkin. “Bapak, maunya itu, kalau kamu tidak bisa memenuhinya ikut saja aturan yang sudah dibuat!” tegas Pak Andi “Kasihani aku kali ini aja, Pak,” kembali Ningsih memohon sambil menangkupkan kedua tanganya di d**a. “Kamu hanya punya dua pilihan, pikirkan dan renungkan. Ambil keputusan yang terbaik untuk keluarga kita!” Pak Andi menekankan kata kita diakhir kalimatnya sambil berlalu. Andi melangkah pergi meninggalkan putrinya yang masih menangis. Andi bukan tidak sayang. Hanya kali ini dia ingin merasakan bahagian dengan memiliki menantu kaya raya. Karena dari dua menantunya terdahulu Andi hanya direpotkan saja. Anak perempuanya akan pulang ke rumah untuk meminta beras dan lauk pauk. Jika suami mereka tidak ada pekerjaan. Gadis berusia dua puluh tahun itu masih duduk bersimpuh meratapi nasibnya. Dia berharap belas kasihan. Ningsih selama ini di kenal sebagai anak yang penurut. Tidak pernah sekalipun dia membantah perintah kedua orang tuanya. Terkadang Romlah-ibunya, tanpa perduli keadaan Ningsih menyuruhnya mengerjakan semua pekerjaan rumah. Ningsih yang sadar betul sikap pilih kasih orang tuanya. Dia hanya mampu menerimanya dengan sabar dan berusaha menjadi anak yang penurut dan rajin. Bahkan, dia terkadang menangis sambil mengerjakan tugas. Ningsih selalu mengingat pesan mendiang neneknya. ‘Bersabarlah dan selalu berdoa. Suatu saat Tuhan pastikan memberikan kebahagian yang sejati kepada hambanya yang bersabar.’ “Nek, kenapa jadi orang sabar itu sesakit ini!” gumam Ningsih disela tangisnya. “Tuhan, apa aku harus menerima takdir? Berikan hambamu jalan lain yang terbaik agar dapat menggagalkan pernikahan ini!” Ningsih menjerit di dalam hati tangisnya juga semakin terdengar pilu. Ningsih menagisi nasibnya sambil meringkuk di lantai. Cukup lama dia dengan posisi itu hingga dia terlarut dalam mimpi. Dalam mimpinya Ningsih bertemu dengan pasangan suami istri yang salah satu dari mereka wajahnya begitu mirip dengannya. “Kenapa wajah suami ibu itu mirip banget sama aku?” Dahi Ningsih berkerut merasa heran. Mereka saat ini, berpapasan di sebuah pasar malam. Pasangan suami-istri menatapnya sambil tersenyum ramah. Ningsih hanya diam tanpa membalas senyuman. Ningsih bartanya-tanya dalam hati. Siapa mereka sebenarnya? Ningsih yang berpikir keras terkejut, saat merasakan air yang membasahi wajah dan membuatnya terbangun. “Kakak!” ucap Ningsih yang terkejut dan kesal saat merasakan air di wajahnya. “Kenapa tidur dilantai?” tanya Atikah seolah mencemooh. Ningsih berdiri dari duduknya. Dia juga mengerakkan tubuhnya yang sedikit terasa kaku. Lalu, dia berjalan menuju ruang tamu di ikuti Atikah-kakak Ningsih. “Kenapa kamu sampai tidur di lantai begitu?” kembali Atikah bertanya dengan raut wajah kesal. Matanya menatap tajam wajah adiknya yang terlihat sembab. Seperti orang habis menangis. “Kakak, bantu aku membujuk bapak agar membatalkan pernikahan aku dan Bambang,” pinta Ningsih dengan memelas dan wajah yang cemberut. “Kamu mau menikah dengan Bambang anaknya juragan sapi?” tanya Atikah seolah tidak percaya dengan kalimat yang baru dia dengar. Meskipun, sedikit tidak percaya. Tapi raut wajah kakaknya itu terlihat bahagia. Membuat Ningsih kecewa. “Iya, Tapi, Bapak yang maksa! Aku sebenarnya nggak mau. Kakak bantu aku biacara sama bapak buat membatalkan pernikahan ini,” ucap Ningsih dengan memelas. “Kenapa digagalkan?” Atikah menjawab dengan perasaan heran. “Aku nggak suka sama dia!” Ningsih menjawab dengan kesal sambil menghentakkan kedua kaki ke lantai. Atikah terperangah mendengar jawaban adiknya.

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

Eat Me, Daddy!

read
23.9K
bc

Nona-ku Canduku

read
102.2K
bc

Hamil Anak Sugar Daddy

read
7.2K
bc

OM DEWA [LENGKAP]

read
6.0K
bc

Lara, Ketika Cinta Tak Memilih

read
4.7K
bc

BRIANNA [Affair]

read
132.0K
bc

SEXY DEVIL UNCLE

read
19.0K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook