Mencoba Mencari Tahu

1637 Words
Sang memang seorang laki-laki biasa yang memiliki kesibukan bekerja demi mendapatkan uang untuk bisa bertahan hidup, karena jujur saja ekonomi Sang dan ibunya tak sebaik ekonomi mereka diluar sana dan bisa di bilang Sang bukan orang kaya, meskipun Sang memilik rumah yang cukup bagus tapi Sang tak bisa di sebut orang kaya. Salah satu hal yang entah harus di katakan baik atau tidak adalah Sang yang memiliki rasa penyayang yang begitu besar terhadap hewan apa lagi kucing, sehingga dalam kasusnya ini Sang begitu senang saat Sang membagikan makanan kepada beberapa kucing di tempat yang biasa Sang lewati. Tapi meskipun begitu orang tua Sang tak menganggap hal itu berlebihan karena hal itu bisa dirasakan oleh orang lain bukan hanya Sang, dan Yang hanya menganggap jika Sang hanya menjadi seorang penyayang binatang biasa saja sehingga meskipun Yang tahu Sang yang suka sengaja membeli makanan untuk di bagikan kepada kucing-kucing yang selalu Sang lihat di jalan yang biasa Sang lewati, dan tak melarang hal tersebut. Intinya Sang hanya menjadi pecinta seekor kucing sehingga Sang suka membagi-bagikan makan kepada kucing di tempat yang selalu Sang lewati saat menuju ke kantor tempat Sang bekerja. Setelah Sang selesai dengan kegiatan baiknya yang membagi-bagikan makanan terhadap kucing tersebut Sang tentu saja langsung kembali berangkat ke tempatnya bekerja. Ketika Sang bekerja entah apa yang terjadi pada diri Sang saat itu yang tiba-tiba tak bisa sepenuhnya fokus terhadap pekerjaan yang sedang Sang hadapi seperti biasanya, dan jujur saja saat itu Sang begitu memikirkan mengenai apa yang sudah beberapa hari ini Sang lihat mengenai satu kucing yang sepertinya menunggu, dan menyambut Sang tersebut. " Apa aku tertarik kepada kucing itu? sudah dari beberapa hari ini kucing tersebut seperti menunggu ku tapi perasaan ku saat ini begitu berbeda, aku merasa ada hal yang tak biasa mengenai kucing itu,"ujar Sang saat itu dengan terus saja melamun memikirkan mengenai kucing tersebut. Sampai ketika Sang terus saja melamun memikirkan mengenai kucing tersebut Sang pun di kejutkan dengan teman Sang yang saat itu menggebrak meja kerja Sang yang tentu saja membuat Sang langsung terkejut dan melihat ke arah teman Sang tersebut. " Oh maaf kawan aku sedikit melamun dan jadi tak fokus dengan apa yang aku hadapi ini, apa ada yang harus aku lakukan?"ujar Sang dengan te kejut langsung saja bicara seperti itu kepada teman kerjanya. " Ya Sang maaf aku pun sudah mengejutkan mu karena kau tak merespon panggilan ku dan memang melamun tadi sampai sudah beberapa kali aku memanggil mu pun tak ada respon dari mu. Ya sekarang aku minta tolong padamu ada beberapa berkas yang bisa berikan pada ku barusan dan bos ingin pekerjaan ini selesai sebelum kita pulang nanti Sang. Bisa kau mengerti?"ujar teman Sang saat itu bicara mengenai pekerjaan yang mendadak dia dapatkan dari bos nya untuk di kerjakan hari ini juga. " Oh itu baik kawan biar aku bereskan sisa pekerjaan ini, aku paham akan aku selesaikan sebelum kita pulang nanti,"ujar Sang menerima pekerjaan itu dengan langsung saja mengambil berkas dari teman kerjanya, dan mengerjakannya langsung di mejanya. Sang pun langsung saja mengerjakan tugas apa yang sudah Sang terima dari temannya tersebut dengan fokus, meskipun saat itu jujur saja pikiran Sang tak bisa sepenuhnya fokus dengan pekerjaan yang sedang di lakukannya karena Sang begitu sangat memikirkan mengenai kucing yang benar-benar bisa mendapatkan perhatiannya karena sikapnya yang berbeda dari sekian banyak kucing yang biasa Sang berikan makanan di tempat tersebut, sampai Sang pun malah mendapatkan sedikit hambatan dalam pekerjaannya tersebut dimana Sang saat itu malah melakukan sedikit kesalahan yang membuat dirinya harus melakukan perbaikan ke salah satu lembar kerja yang sedang di bereskan nya saat itu, dan tentu saha Sang harus kembali mengulang lembar kerjanya yang salah tersebut dari awal lagi. Tapi saat itu Sang tak langsung kembali mencoba membereskan pekerjaannya saat itu karena Sang saat itu begitu tak fokus mengerjakan pekerjaannya karena pikirannya yang saat itu masih terus saja memikirkan mengenai kucing tersebut, untungnya hari masih belum terlalu sore sampai akhirnya Sang pun berniat untuk rehat saja dulu sebentar sambil menenangkan pikirannya yang saat itu begitu terlalu memikirkan mengenai kucing tersebut. Sang pun beranjak dari kursi nya dan langsung saja membuat sebuah minuman hangat agar bisa membuatnya sedikit relaks dan melupakan pikiran yang membuatnya tak fokus bekerja saat itu. Setelah Sang sudah membuat segelas minuman Sang pun langsung saja kembali menghampiri tempatnya bekerja, bukan untuk kembali melanjutkan pekerjaan yang harus di lakukannya tapi karena meja kerja Sang nyaman dengan adanya jendela yang bisa menghadirkan udara sejuk untuk Sang saat itu tentu saja Sang mendebatkan dirinya di sana menikmati segelas minuman, dan udara segar langsung. Tak dapat dipungkiri saat itu Sang memang mendapatkan ketenangan dan pikiran Sang pun sedikit demi sedikit bisa lebih relaks dan akhirnya merasa jika Sang sudah merasa lebih tenang, dan bisa kembali bekerja. Sampai saat Sang bersiap untuk kembali bekerja Sang pun tak sengaja melihat ke seberang sebuah entah toko apa itu tapi toko tersebut menyediakan beberapa macam sangkar yang mereka pajang di depan toko mereka tersebut, sampai saat itu Sang pun melihat jika di depan toko tersebut ada seseorang yang memegang seekor kucing belang, pemilik kucing tersebut pun terlihat memasukkan kucing tersebut ke sebuah sangkar yang di pajang di depan toko tersebut. Melihat hal itu karena Sang begitu sayang dengan kucing Sang pun merasa semangat dan lebih bisa fokus bekerja karena ada seekor hewan favoritnya yang bisa terus Sang lihat ketika Sang bekerja, yang tentu saja itu akan membuat Sang merasa senang, dan semangat meskipun kucing tersebut jauh tapi itu menjadi sebuah hiburan untuk Sang mencuci matanya yang bisa melihat hewan favoritnya ketika sedang bekerja. Setelah Sang merasa cukup melihat hal itu Sang ingat jika Sang memiliki pekerjaan yang harus Sang selesaikan dari bosnya hari ini juga sehingga Sang pun langsung saja kembali duduk untuk melanjutkan pekerjaannya tersebut agar Sang bisa menyelesaikan pekerjaannya tersebut hari ini juga. Tanpa ada hambatan kembali tentu saja saat itu Sang langsung bisa mengenakan pekerjaannya tersebut dengan baik, entah apa yang ada dalam pikiran Sang saat itu tapi melihat adanya kucing tersebut meskipun jauh tapi itu membuat Sang merasa semangat untuk bekerja, dan pada akhirnya Sang pun bisa menyelesaikan pekerjaannya di saat waktu pulang untuk para karyawan termasuk Sang belum waktunya. Setelah Sang menyelesaikan pekerjaan nya tersebut Sang saat itu berniat untuk kembali melihat kucing baru yang saat itu ada di seberang tempat bekerjanya. " Ini sungguh suatu suntikkan semangat untuk ku karena aku bisa melihat hewan yang menjadi favorit ku saat aku bekerja. Sepertinya aku akan lebih giat, dan semangat bekerja jika seperti ini,"ujar Sang dalam hatinya sambil diayak nya yang melihat kucing tersebut dengan tersenyum karena merasa sangat menyukai apa yang ada di hadapannya saat itu. Karena pekerjaan yang menjadi tugas Sang sudah selesai Sang pun bisa sedikit bersantai dengan terus saja memandangi kucing tersebut sampai Sang tak sadar jika waktu sudah menjelang sore hari dan waktu Sang untuk pulang pun akhirnya tiba. " Sang kau sudah selesai? apa ada yang salah dengan jendela itu?"tanya teman Sang saat itu melihat Sang yang terus saja memandang keluar jendela tersebut. " Oh itu tidak, tak ada apa-apa. Aku hanya bertanya-tanya toko apa yang ada di seberang tempat bekerja itu apa kau tahu?"jawab Sang, dengan kembali bertanya sambil dirinya yang menghampiri temannya untuk keluar kantornya pulang. " Oh toko baru itu? entah lah toko apa itu Sang aku juga tak yakin dengan apa yang aku tahu, tapi toko tersebut seperti hanya berjualan ke konser men khusus saja, tak sembarang orang yang masuk ke dalam toko tersebut, entah toko apa itu. Aku juga pernah melihat toko tersebut dari luar, disaat aku beristirahat dari pekerjaan aku, aku makan di pedagang kaki lima yang ada di dekat kantor kita bawah, dan tentu saja tempat makan tersebut juga dekat dengan toko tersebut, aku melihat beberapa orang masuk ke dalam sepertinya mereka ingin berbelanja tapi saat mereka keluar kebetulan aku masih ada di sana, tapi aku tak melihat mereka membawa sesuatu dari dalam sana, tapi apa peduliku ku aku hanya cukup melihat mereka seperti itu, dan pergi tanpa memikirkan apalagi bertanya apa yang ada di dalam atau apa yang mereka beli di dalam saat itu, dan aku pun pergi. Satu hal yang sedikit aku ketahui juga jika toko tersebut tak terlalu ramai di kunjungi orang Sang,"ujar teman kerja Sang menjelaskan apa yang pernah dia lihat dari toko tersebut. " Oh ya baiklah terima kasih ( apa tak ada yang aneh di dalam sana? ),"ujar Sang dalam hati, setelah berterima kasih kepada temannya saat itu. " Kau terlihat jelas berbohong kepada ku jika tak ada yang membuat mu penasaran mengenai tempat itu Sang. Pergilah dan mungkin kau bisa mengunjungi toko itu jika kau mau, di izinkan masuk atau tidak setidaknya kau sudah mencoba untuk mengunjungi tempat itu kau. Tak ada salahnya,"ujar teman Sang memberikan sebuah saran kepada Sang saat itu. " Abaya kau tahu saja aku mengenai pemikiran ku, tapi ya sepertinya apa yang kau katakan ada benarnya, mungkin di waktu lain aku akan mencoba mengunjungi tempat itu sekalian melihat-lihat saja, dan sedikit hal yang membuat ku merasa tertarik ke tempat itu adalah toko mereka yang kebetulan memiliki sebuah kucing yang di pajang di depan toko mereka, jika mereka menjualnya sepertinya aku akan memikirkan untuk mengadopsi kucing itu kawan,"ujar Sang membenarkan jika dia memang memiliki rasa penasaran mengenai toko itu apa lagi di toko itu sekarang memiliki sebuah kucing yang menarik perhatian Sang. " Oh benarkah? aku tak melihat kucing tersebut, tapi ya cobalah semoga kau beruntung dan bisa mendapatkan apa yang kau mau Sang,"ujar teman Sang saat itu. " Ya terima kasih. Tapi sepertinya jelas kau tak tahu mengenai kucing tersebut karena aku juga baru melihat kucing tersebut ada di toko te debu tadi, di saat Pemiliki toko tersebut pertama kali menyimpan kucing tersebut, makannya kau tak melihat kucing tersebut,"ujar Sang. " Oh benarkan, baiklah Sang kita berpisah disini, sampai jumpa lagi,"ujar teman Sang pergi ke arah yang berbeda dengan Sang saat itu.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD